08 October 2017

Mengapa Paulus Menjadi Buta Setelah Bertemu Langsung Dengan Yesus

sabdanya.com - Pertemuan Saulus dengan Yesus memjadi momentum arah hidup yang baru baginya. Saulus yang dalam perjalanan ke Damsyik untuk mengainaya para pengikut Kristus secara tiba-tiba dijumpai oleh Yesus sendiri

Kisah Para Rasul 9
(3) Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. (4) Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" (5) Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.

Yang cukup menarik perhatian dari peristiwa ini adalah setelah selesai berbicara dengan Tuhan Yesus, Saulus membuka matanya dan ternyata ia tidak dapat melihat lagi. Seketika itu juga ia menjadi buta.



Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa Saulus menjadi buta?

(8) Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.

Alkita sendiri tidak menjelaskan secara pasti mengapa ia menjadi buta atau siapa yang membuat dia menjadi buta, maka yang kita dapat lakukan adalah mencoba secara bertanggung jawab menemukan kemungkinan-kemungkinan dari berbagai bagain di alkitab sendiri.

Ada yang mengatakan bahwa Saulus menjadi buta karena ia telah melihat Yesus, yang adalah Allah, secara langsung dan tidak ada manusia yang dapat melihat kemuliaan Tuhan sedemikian rupa sehingga Saulus menjadi buta. Hal ini cukup sulit dibuktikan karena kita dapat melihat tokoh-tokoh Alkitab lain yang juga bertemu langsung dengan Allah namun tidak menjadi buta. Misalnya saja Musa.

Di ayat 9 ini kita dapat satu petunjuk mengapa Saulus menjadi buta. "Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum." Kita dapat mengartikan bahwa Tuhan Yesus ingin mengajarkan kepada Saulus sebuah gambaran apa yang Yesus lakukan "baginya" 3 hari 3 malam Yesus masuk ke dalam kerajaan maut demikian juga Saulus dibuat buta 3 hari 3 malam sehingga ia dapat memikirkan tentang Yesus.

Kemudian di ayat 17 ini kita juga mendapatkan petunjuk lainnya. "Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." Kedatangan Ananias menemui Saulus pertama-tama adalah untuk mendoakannya agar ia dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus. Dari sini kita dapat menangkap pesan bahwa kebutaan Saulus adalah agar ia dapat membuktikan dan menjadi semakin yakin bahwa Yesus yang menemuinya itu sungguh-sungguh Tuhan Yesus yang berkuasa yang telah menyembuhkan matanya.Sehingga bukan lagi karena ia mendengar Yesus berkuasa melakukan mujizat selama di bumi tetapi ia sendiri mengalami dan membuktikannya. Setelah semuanya itu, ia memberi dirinya dibaptis.

Hal lain yang dapat kita tafsirkan adalah karena selama ini Saulus telah melihat dengan mata yang salah. Ia meyakini apa yang ia lakukan adalah benar dan untuk kemuliaan Tuhan tetapi sesungguhnya tidak maka Tuhan sendiri harus "menggantikan" matanya yang lama dengan "mata yang baru" dari sorga sehingga ia memiliki pandangan yang baru dan yang benar tentang Yesus Kristus dan tentang orang-orang percaya. Hal ini dapat kita dasarkan pada Efesus 1:18 "Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,"




Maka kita dapat menyimpulkan mengapa setelah betemu langsung dengan Tuhan Yesus ia menjadi buta bukanlah karena melihat kemuliaan Allah ia menjadi buta tetapi yang jauh lebih dapat diterima adalah karena agar ia dapat mengerti apa yang Yesus alami dan lakukan untuknnya dan untuk semua manusia yaitu 3 hari 3 malam di dalam kerajaan maut. Kemudian adalah agar ia juga dapat menyaksikan bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Tuhan yang berkuasa sehingga kebutaannya menjadi jalan agar ia mengalami kuasa mujizat dalam nama Yesus dan yang terakhir adalah sebuah makna profetis bahwa kebutaannya adalah agar matanya yang lama digantikan dengan mata hati yang baru sehingga dapat memiliki pengilhatan yang benar tentang Yesus dan pengaharapan yang ada di dalamnya.