01 October 2017

Mengapa Yudas Menghianati Yesus

sabdanya.com - Sebuah ciuman diberikan Yudas kepada Yesus, tetapi ternyata itu bukan sebuah ciuman kasih pada Sang guru melainkan sebuah ciuman penghinatan. Alkitab tidak menjelaskan secara jelas mengapa Yudas menghinati Yesus namun kita dapat mencoba menemukan akar permasalahannya sehingga kita dapat menarik kesimpulan mengapa Yudas menghinati Yesus. Kita akan mencoba menemukannya tidak hanya melalui perjanjilan baru melainkan juga melalui perjanjian lama yang artinya semua peristiwa ini telah dinubuatkan sebelumnya.

Kita akan mulai dengan sebuah fakta bahwa Yudas memang dipilih oleh Yesus untuk menjadi muridNya yang juga disebutnya sebagai rasul (Lukas 6:12-16). Dengan fakta ini, banyak yang langsung berpikir bahwa Yesus yang adalah Allah dan demikian Dia maha tahu telah merencanakan bahwa Yudas akan "dipakainya" untuk menjadi "alatnya" agar Ia diserahkan ke tangan Romawi. Tentu saja ini adalah sebuah kesimpulan yang sempit dan sebuah penuduhan kepada Allah bahwa Ia berkonspirasi, motif terencana menjadi Yudas sebagai penghinat. Jika benar demikian bukankah ini berarti Allah itu telah melakukan sebuah tindakan kriminal? Sebab itu kesimpulan ini adalah salah besar.



Sekalipun Yudas telah dipilih oleh Yesus untuk menjadi muridNya dan terus mengikutiNya selama melakukan pelayananNya, tetapi ternyata Yudas tidak pernah  menjadi percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, Mesias yang telah dinubuatkan oleh para nabi. Berbeda dengan murid-murid-Nya yang lain, Yudas tidak pernah memanggil Yesus sebagai Tuhan atau Mesias. Yudas hanya memanggil Yesus sebagai guru.

Matius 26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

Ini berarti Yudas hanya menganggap Yesus semata-mata sebagai seorang Rabi dan tidak lebih dari itu. Jika Yudas hanya menganggap Yesus sebagai seorang Rabi maka dapat kita simpulkan juga bahwa Yudas tidak memiliki hubungan pribadi yang kuat dengan Yesus karena pengenalannya tidak begitu dalam akan Tuhan Yesus. Walau bukan bukti yang kuat, tetapi nama Yudas selalu disebutkan yang paling terakhir diantar kedua belas rasul.

Selain respon Yudas di dalam Matius 26:25 di atas, percakapan lainnya dari Yudas adalah ketika Maria menumpahkan minyak narwastu bagi Yesus di dalam Yohanes 8:1-8

"(4-5) Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

Pada peristiwa yang lain, Yudas hanya diam saja tetapi ketika bersinggungan dengan uang Yudas baru memberikan merespon. Seharusnya Yudas semakin mengenali Yesus sebagai Tuhan tetapi tampaknya hatinya masih tetap terikat pada uang. Dipilih oleh Yesus tetapi hatinya dan motivasi tidak berubah, ia yang adalah bendahara justru melihatnya sebuah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan finansial dari uang yang ada. Apa yang dikatakannya itu seolah-olah baik tetapi sesungguhnya tidak demikian sebagaimana tertulis pada ayat selanjutnya ini.

"(6) Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya."

Yudas gagal melihat Yesus sebagai Tuhan dan Mesias dalam pengertian sebagai penyelamat manusia dari dosa, maka sebagaimana pandangan orang-orang Israel umumnya pada masa itu bahwa mereka menantikan "mesias" yang menyelamatkan mereka dari tirani Romawi demikianlah juga Yudas memandang Yesus. Yudas justru mengharapkan bahwa Yesus adalah "mesias" yang menyelamatkan mereka dari Romawi dan bukan sebagai Mesias yang menyelamatkan manusia dari dosa. Maka fakta dimana Yesus berkata bahwa Ia akan diserahkan membuat Yudas kecewa bahwa ternyata Yesus bukanlah "mesias" yang dia dan banyak orang Israel lain harapkan.

Matius 17:22 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia"

Matius 20:18 "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati."

Matius 26:2 "Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan."

Matius 26:24-25 "Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan. Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

Bahwa akan ada yang menghinati Yesus memang telah dinubuatkan sebelumnya di dalam perjanjian lama, berikut adalah beberapa ayatnya.


Mazmur 41:9 "Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku."

Penggenapan di Matius 26:14-16 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Zakaria 11:12-13 "Lalu aku berkata kepada mereka: "Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!" Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak. Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Serahkanlah itu kepada penuang logam!" --nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN."

Penggenapan di Matius 27:3-5 "Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.



Dengan demikian, melalui fakta-fakta Alkitab ini, kita dapa menyimpulkan bahwa mengapa Yudas menghianati Yesus adalah karena ia tidak percaya, tidak mengimani bahwa Yesus adalah Tuhan, Mesias yang telah dinubuatkan oleh para nabi. Yudas hanya melihat sebagai rabi, guru yang baik yang dipenuhi kuasa Allah. Yudas juga memiliki motivasi keserakahan finansial yang mencuri dari uang perbendaharaan mereka untuk kepentingannya sendiri. Yudas mengharapkan Yesus adalah mesias yang akan menyelamatkan Israel dari tangan Romawi dan bukan Mesias sebagai penyelamat manusia dari dosa dan kematian/keterpisahan kekal dengan Allah.

Dari hal ini, kita dapat belajar dan merefleksikan kepada diri kita sendiri. Apakah kita telah mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Mesias yang telah dinubuatkan oleh para nabi sebelumnya atau hanya percaya bahwa Yesus adalah guru yang baik, nabi yang baik yang tiada bandingnya. Apakah kita juga mengikuti Yesus dengan motivasi yang murni atau seperti Yudas yang mencari keuntungan finansial dengan mengikuti Yesus.