Pages

16 October 2017

Nilai yang Sejati

Renungan Harian- (1) Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. (2) Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, (3) dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", (4) bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat? Yakobus 2:1-4


Yakobus 2:1-4 di atas mengingatkan kita sebagai umat Tuhan untuk tidak memandang muka terhadap orang lain. Dunia membuat suatu nilai dimana harga diri seseorang itu sangat bergantung kepada merek pakaiannya, mobil yang dikendarai, prestasi yang dicapai, harta dan kekayaan yang dimilikinya, talenta yang dimiliki atau bahkan kecantikan/ketampanan. Jika kita sendiri mengalami hal ini dimana kita berjuang untuk mendapatkan semuanya itu agar kita merasa memiliki harga diri di hadapan orang lain, maka sesungguhnya kita sedang membuat diri kita sendiri terperangkap pada nilai yang salah dan menghancurkan kita. Kita akan mudah hancur hati dan tertekan.

Orang-orang percaya harus menyadari bahwa nilai kita yang sejati adalah Kristus telah menebus kita dari dosa sehingga kita yang seharusnya binasa, hancur, tidak memiliki nilai sama sekali menjadi begitu berharga di mata Tuhan sang pencipta langit dan bumi. Dari tidak ada harapan menjadi penuh harapan, dari tidak bernilai menjadi pribadi yang special di mata Tuhan. Sukacita kita tidak tergantikan oleh segala takaran yang dipakai dunia karena takaran kita adalah Kristus sendiri.

Dunia berkata engkau membutuhkan ini dan itu agar engkau menjadi berharga dan bernilai, tetapi sesungguhnya tidak demikian. Kita hanya membutuhkan Kristus. Kita diciptakan oleh Dia sesuai dengan gambar dan rupa-Nya, ditebus, diselamatkan dan terus dipulihkan oleh Dia, dan Dia telah memberikan kita nilai yang tak sebanding dengan nilai-nilai dunia ini. Kita telah diberikan tujuan ilahi, kita begitu dikasihi-Nya dan tidak ada lagi yang kita butuhkan selain Dia.

Tuhan tidak menilai kita dari pakaian kita, kecantikan atau ketampanan kita, harta dan kekayaan yang kita miliki atau apapun yang dunia katakan sebagai takarannya, demikianlah juga kita tidak menilai orang lain dengan cara dunia tersebut tetapi menilai orang lain sebagaimana Tuhan menilai.