Pages

23 October 2017

Tetap Dalam Kendali Tuhan

sabdanya.com - Markus 6:45 (TB)  Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

Setelah peristiwa epic selesai dimana Tuhan Yesus menyatakan mujizat dengan memberi makan 5000 orang lebih dengan hanya 5 roti dan 2 ikan, Tuhan Yesus MEMERINTAHKAN murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dahulu ke seberang, ke Betsaida. Murid-murid-Nya mentaati PERINTAH itu.






Tetapi perjalanan yang mereka tempuh itu bukanlah perjalanan yang "menyenangkan" sekalipun itu adalah PERINTAH Tuhan yang mereka taati. Mereka kesulitan dalam perjalanan mereka karena angin sakal.

Markus 6:48 (TB)  Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

BENAR, Tuhan yang memberi PERINTAH dan BENAR, murid-murid TAAT terhadap PERINTAH itu tetapi ternyata TIDAK BERARTI bahwa perjalanan yang dilakukan dengan ketaatan pasti akan menjadi perjalanan yang menyenangkan. Apakah Tuhan tidak tahu akan adanya angin sakal? TENTU saja, tetapi Dia tetap memerintahkan hal itu kepada murid-murid-Nya.

Jangan berharap perjalanan kita pasti akan selalu indah namun jangan jadi kehilangan kepercayaan kita kepada Tuhan karena bagian terpenting dari perjalanan itu bukanlah adanya angin sakal tetapi JAMINAN bahwa semuanya ada dalam kendali Tuhan.

Markus 6:51-52 (TB)  Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.





Tuhan mengizinkan mereka mengalami angin sakal karena Tuhan pada akhirnya ingin semakin meneguhkan kuasa-Nya kepada murid-murid-Nya yang masih bingung dan belum mengerti sekalipun mujizat 5 roti dan 2 ikan begitu nyata bagi mereka. Sekali lagi Ia menyatakan kuasa-Nya dengan meredakan angin sakal itu.

Sekalipun dalam perjalanan kita ada "angin sakal"
Tuhan berkuasa untuk "meredakannya"
Tetaplah percaya.