03 October 2017

Tipe Pendengar Firman (1 dari 4)

sabdanya.com - Pernahkah kita mengikuti sebuah percakapan kemudian kita sendiri tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan? bukan karena pembicaraan itu adalah topik yang berat dan membutuhkan kemampuan berpikir maupun analisa yang tinggi, tetapi alasannya sederhana; kita tidak sungguh-sungguh memperhatikan percakapan itu. Kita ada disana, tetapi hati dan pikiran kita tidak tertuju sedikitpun pada topik yang sedang dibicarakan.

Markus 4:3-4 (TB)  "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

Dengan berfirman Tuhan menciptakan alam semesta, firman-Nya sungguh-sungguh berkuasa untuk menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada. Bayangkan firman yang demikian itu kita terima dalam hidup kita? Tentu akan sangat luar biasa; saat tiada jalan kita akan mendapatkan jalan, saat sakit kita akan menerima kesembuhan, saat putus harapan kita mendapatkan pengharapan yang baru, saat kita kekurangan, Dia buat kita berkelimpahan, oleh firman-Nya tidak ada yang mustahil untuk terjadi, tidak ada yang tidak dapat Dia buat, sungguh firman-Nya berkuasa dan kita tidak dapat hidup tanpa firman-Nya, tanpa pengenalan yang benar akan Dia melalui firman-Nya. Namun sayang sekali tidak semua orang mengalami kuasa firman ini.






Yang menjadi masalah bukanlah pada benih firman yang ditabur, tetapi masalahnya dimana benih itu tertabur. Benih firman yang jatuh dipinggir jalan adalah benih firman yang tidak akan dapat bertumbuh karena benih itu sendiri telah dicuri oleh si iblis

Markus 4:15 (TB) Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.

Mengapa iblis dapat mencurinya? ini bukan berarti iblis itu punya kuasa untuk mencuri benih firman Tuhan, iblis dapat mencurinya karena kita yang tidak sungguh-sungguh menangkap benih firman itu. Kita hanya menyediakan hati "dipinggir jalan" artinya tidak sepenuhnya kita memberikan hati kita untuk menerima firman Tuhan. Ketika firman disampaikan, kita asik dengan gadget kita;chatting, browsing, gaming, etc. Atau kita asik dengan pikiran kita sendiri, kita tidak mendengarkan dengan baik sehingga kita tidak tahu apa yang disampaikan oleh hamba-Nya dan lebih buruk lagi kita tidak mengerti apa yang Tuhan mau dalam hidup kita melalui firman-Nya yang disampaikan tersebut.

Dengarkanlah pemberitaan firman Tuhan dengan seksama, pelajarilah kembali dan mintalah Roh Kudus untuk menolong kita dapat mengerti firman Tuhan yang disampaikan, Dengan demikian benih firman Tuhan yang ditaburkan tidak akan jatuh "di pinggir jalan."