09 October 2017

Waspadai Benih yang Asing

sabdanya.com - Setiap kita umat percaya bertumbuh melalui benih firman yang kita baca dan renungkan setiap hari dan juga melalui benih firman ditaburkan oleh hamba-hambaNya. Tetapi kita harus mewaspadai adanya "benih asing" yang ditaburkan. Kita harus bertumbuh di dalam benih kebenaran dan bukan benih asing itu.

Matius 13:24-25 (TB)  Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.





Ketika kita membaca atau mendengarkan firman Tuhan, pada saat yang sama benih asing yaitu benih lalang juga ditaburkan. Kapan benih lalang iti ditaburkan? Ketika kita sedang tidur. Apakah maksudnya? Artinya kita tidak sungguh merenungkan dan menerima firman Tuhan sehingga ketika kita tidak meresponi "tidur" firman itu, benih lalang yang masuk ke dalam "tanah hati" kita. (Baca kembali: tipe pendengar firman)
Benih yang tumbuh menjadi gandum atau lalang itu dapat sgera diketahui, dan walau demikian lalan itu tidak akan "sgera dituai" sampai pada masa penuaian (akhir zaman). Oleh karena itu, kita harus mewaspadai apakah benih gandum atau benih lalang tumbuh dihati kita karena walau spertinya baik-baik saja i bukan berarti karena kita memang sudah benar tetapi hanya karena penuaian baru dilakukan di akhir zaman.






Benih gandum menghasilkan iman untuk kesembuhan tetapi benih lalang membuat tidak percaya akan disembuhkan. Benih gandum membuat kita melihat selalu ada jalan tetapi benih lalang membuat mata tertutup pada jalan keluar. Benih kebenaran mendorong untuk perkara-perkara besar tetapi benih lalang menghentikan langkah maju.

Terimalah benih gandum dan waspadai benih asing yaitu benih lalang.