20 November 2017

BENAR DI HADAPAN ALLAH

Renungan Harian - Amsal 21:2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

Karena sifat keterbatasan dan subjektifnya, maka seseorang menganggap setiap “jalannya” sudah benar. Kata “jalan” dalam Amsal 21:2 berasal dari kata Ibrani derek yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai a course of life (perjalanan kehidupan). Selanjutnya, kata “lurus” dalam Amsal 21:2 ini berasal dari kata Ibrani yâshâr yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai right (benar).

Jadi adalah umum apabila seseorang memandang sepanjang jalan kehidupannya sudah benar, padahal sangat mungkin banyak kesalahan atau ketidakbenaran atau bahkan orang tersebut sedang berada di “jalan” yang menuju kebinasaan jika dipandang dalam standar Allah. Itulah sebabnya manusia perlu merendahkan hati dan mau mengevaluasi ulang jalan kehidupannya dari sudut pandang Allah (melalui Firman Allah).

Bukan kata diri manusia itu atau kata manusia lain melainkan Firman Allah lah yang menjadi standarnya. Orang yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus akan senantiasa menilai sepanjang kehidupannya dengan menggunakan Firman Allah sebagai standarnya. Apabila telah sesuai, barulah dapat disebut benar dalam penilaian Allah. Salah satu contoh yang sederhana, apakah ia sudah menjadi orang yang rajin bebuat baik kepada semua orang sebagaimana yang dikehendaki Allah sebagai orang yang sudah menerima anuerah keselamatan dari Allah atau hanya berbuat baik jika hal itu mendatangkan keuntungan baginya. Selamat memulai untuk menilai jalan kehidupan kita menurut standar Firman Allah.