Pages

07 November 2017

JANGAN TERTIPU DENGAN DOSA

Renungan Harian - Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Kejadian 3:6-7

Sebagai seorang yang baru belajar menggunakan mesin cuci, saya menikmati saja penggunaannya yang membuat pekerjaan mencuci jadi lebih ringan. Sering sekali saya membiarkan air menetes melalui twist untuk mencuci maupun pembuangan air. Saya pikir tidak akan ada masalah dengan hal itu karena mesin tetap dapat berfunsgi dengan baik. Sampai suatu ketika mesin cuci itu tidak bisa berfungsi lagi. Setelah memanggil teknisi, diketahui bahwa yang membuat mesin cuci itu rusak adalah air yang menetes ke bagian mesin melalui celah-celah twist yang selama ini saya biarkan. Dengan terpaksa saya harus membeli mesin cuci yang baru karena tidak mungkin diservis.

Seringkali kita juga hidup seperti itu. Kita membiarkan hal yang salah terjadi dalam hidup kita. Adam dan Hawa, ketika mereka memakan buah yang dilarang Allah, tidak menyadari ada akibat dari dosa yang telah dilakukan. Allah berfirman bahwa bila mereka memakan buah yang dilarang itu maka mereka pasti akan mati. Ketika memakannya, Adam dan Hawa tidak menyadari akan hal itu karena mereka masih hidup. Mereka berpikir bahwa mereka baik-baik saja. Mereka tidak menyadarinya sampai akhirnya mereka mendengar bunyi langkah Allah di taman itu. Mereka meyadari bahwa mereka telah kehilangan kemuliaan Allah sehingga kedatangan Tuhan itu bukan membawa sukacita tetapi ketakutan.

Ketika kita melakukan dosa, sering kita juga seperti itu. Karena tidak ada “efek dosa” yang tampak setelah dosa itu kita lakukan, kita merasa baik-baik saja. Kita berpikir bahwa tidak ada yang salah dengan perbuatan kita. Ketika kita berbohong, mencuri, membully, melakukan hal-hal cabul atau melakukan dosa yang lain, kita merasa OK-OK saja, tidak ada “hal fatal” yang terjadi. Padahal dosa itu ga OK sama sekali. Ketika Firman datang, seharusnya kita merasa dan menyadari bahwa kita telah bersalah. Adam dan Hawa menyadarinya sehingga mereka bersembunyi dari Allah walau tentu saja mereka tidak akan pernah bisa bersembunyi.

Dosa itu ga OK sama sekali. Walau ketika kita berdosa dan tidak terjadi apa-apa dalam hidup kita, itu bukan berarti Allah setuju dengan kehidupan kita yang berdosa, sebaliknya, Dia memberi kita waktu untuk menyadarinya panggilannya untuk bertobat dan menerima anugerah keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus. Berhentilah hidup dalam dosa, kejarlah kasih dan kekudusan Allah; di dalam Kristus Yesus karena hanya di dalam Dia kita menjadi ciptaan yang baru.

SEPERTINYA BAIK-BAIK SAJA, TETAPI UJUNGNYA ADALAH KEHANCURAN SEBAB DOSA SELALU BERUJUNG PADA MAUT