21 November 2017

MELAKUKAN BAGIAN YANG KECIL

Renungan Harian - Lukas 5:5-6 (TB) Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

Bila saya bertemu dengan Lionel Mesi dan berkata kepadanya bahwa saya akan mengajarinya cara bermain bola, saya yakin dan Anda juga yakin pastilah Mesi akan menertawakan saya terbahak-bahak. Mengapa? Karena saya hanya pemain liga tarkam sedangkan dia adalah pemain bintang kelas dunia.

Petrus adalah seorang nelayan yang handal menangkap ikan, tetapi setelah sepanjang malam bekerja keras (bukan malas-malasan loh) dia tidak berhasil menangkap apa-apa. Tiba-tiba saja Yesus yang adalah "seorang anak tukang kayu" mengajarkan Petrus untuk menangkapkan ikan. Mungkin dengan sedikit berat hati, ia menebarkan jala juga. Dan diluar pengetahuan profesionalismenya ternyata tebaran jala ini menarik sejumlah ikan yang sangat besar.

Apakah kita meyakini bahwa kita pasti berhasil dibidang kita karena kita telah memiliki kualifikasi yang mumpuni? Apa yang akan kita pikirkan ketika kita yang memiliki kualifikasi yang mumpuni ini menghadapi kerja keras sepanjang malam tanpa hasil?

Apakah Petrus menangkap sejumlah ikan besar ini karena kualifikasinya? Perhatikanlah, dia "hanya menebarkan jala saja" Tuhanlah yang memenuhi jalanya dengan ikan. Apakah hari-hari yang sebelumnya Petrus menangkangkap ikan karena kualifikasinya sebagai nelayan? Tuhan jugalah yang memenuhi jalanya dengan ikan.

Tuhanlah yang membuat engkau berhasil di sekolah, engkau hanya belajar saja. Tuhanlah yang membuat engkau berhasil di kantor, engkau hanya melakukan bagianmu. Tuhanlah yang menyembuhkan engkau, dokter hanya menjadi alat-Nya. Tuhanlah yang memberkati kita, kita hanya melakukan bagian yang kecil saja.

Sebab itu pujilah Tuhan baik itu saat kita mampu ataupun kita tidak mampu. Walaupun kita memiliki kualifikasi ataupun tidak, karena Tuhanlah yang memampukan kita.

Kita hanya menebarkan jala, Tuhanlah yang memenuhinya dengan ikan-ikan.