03 November 2017

MEMINTA MAAF MENOLONG DIRI SENDIRI

Renungan Harian - Terkadang, baik itu kita sadari atau tidak, sengaja atau tidak, kita melukai orang lain. Tentu saja saat kita melukai orang lain kita tidak hanya bersalah dan berdosa terhadap orang itu tetapi terlebih lagi kepada Tuhan. Menyadari kesalahan ini, kita akan sangat mudah untuk berdoa meminta ampun kepada Tuhan atas dosa itu tetapi sangat sulit sekali untuk meminta ampun atau maaf kepada orang yang kita lukai.

Suami dengan istri, istri dengan suami, orang tua dengan anak, anak dengan orang tua, kita dengan rekan kerja atau pelayanan, kita dengan teman sekolah atau kampus, atau dalam komunitas apapun kita berada, pastilah kita berbuat kesalahan terhadap orang lain dan kita sulit untuk meminta maaf.

Egois, rasa menang atau benar sendiri, atau alasan-alasan yang kita bangun menjadi penghalang bagi kita untuk meminta maaf. Kita harus memiliki kerendahan hati dan menghancurkan kesombongan dalam diri kita agar kita dapat meminta maaf dengan tulus dan bukan terpaksa.

Kita harus mengakui bila kita bersalah agar hubungan kita dengan orang lain itu dapat dibangun kembali. Kepercayaan satu dengan lain akan tetap terjaga dan kasih antara dua pihak akan semakin bertumbuh.

Mintalah anugerah Tuhan agar Tuhan menolong kita untuk memiliki kerendahan hati dan meminta maaf. Karena bila kita tidak meminta maaf, Tuhan juga tidak akan memandang persembahan dan pelayanan kita.

Matius 5:23-24 (TB)  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.


Sebaliknya, jika kita meminta maaf dengan tulus, Tuhan justru akan melimpahkan berkat.

Yakobus 5:16 (TB)  Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Mintalah maaf bila kita berbuat salah, dan maafkanlah orang yang bersalah kepada kita, demikianlah kita menjadi teladan Kristus yang mengampuni dengan kasih yang tanpa syarat.