18 November 2017

KETIKA MEREKA MEMBENCI

Renungan Harian - Amsal 26:24-26 (TB)  Si pembenci berpura-pura dengan bibirnya, tetapi dalam hati dikandungnya tipu daya. Kalau ia ramah, janganlah percaya padanya, karena tujuh kekejian ada dalam hatinya.  Walaupun kebenciannya diselubungi tipu daya, kejahatannya akan nyata dalam jemaah.

Sebagai seorang percaya kita memang harus selalu menjaga kerendahan hati dan tidak pernah mengeluhkan sikap atau perkataan orang lain kepada kita sekalipun akan ada orang-orang yang mencibir kita atas keberhasilan kita.

Bisa saja kita dibenci dan pahit terhadap seseorang yang mendapatkan promosi dalam pekerjaannya, membeli rumah atau mobil dan bahkan saat kita menolong orang lain yang membutuhkanpun dapat melahirkan haters (orang-orang yang membenci kita).

Ada empat kategori haters. Ada orang-orang yang terus mengkritik dan mencoba menemukan kesalahan-kesalahan kita. Ada orang yang berusahan membuat kita terlihat buruk di hadapan orang lain. Ada orang-orang yang memang dengan sengaja terus membuat kita gagal, tidak membantu justru mendorong kita semakin terpuruk. Ada juga yang di hadapan kita terlihat begitu baik tetapi di belakang kita dia terus mengatakan hal-hal yang buruk dan jahat tentang kita.

Ketahuilah mengapa para haters itu membenci kita. Pastilah karena kita memiliki sesuatu yang mereka tidak miliki. Mereka juga membuat kita down agar mereka merasa baik dan puas untu" diri mereka sendiri. Ada juga yang karena ingin menjadi pusat perhatian. Dan yang paling crucial adalah karena mereka sendiri berhenti atau tidak dapat menghitung-hitung berkat Tuhan atas hidup mereka sendiri.

Ketika kita berjalan di atas air, haters akan berkata itu karena kita tidak dapat berenang.
-unknown