Pages

17 November 2017

SEMUA DIBERI TALENTA

Renungan Harian - Di ayat 15 dari Matius 25, ada tiga orang yang diberikan talenta dengan jumlah yang berbeda-beda. Ada yang diberikan 5, 2 dan 1 talenta. Jumlah yang berbeda ini tidak menggambarkan bahwa si pemberi talenta tidak adil melainkan talenta diberikan sesuai dengan kesanggupannya. 


Apakah kesanggupan seseorang ini membuktikan bahwa seseorang itu lebih berharga atau dikasihi oleh si pemberi talenta? tentu saja tidak. karena pada akhirnya, si pemberi talenta memberikan respon yang sama ketika si penerima talenta itu memberikan pertanggungan jawabnya.


Di ayat 21, kepada si penerima lima talenta tuannya berkata “baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar…” Di ayat 23, kepada si penerima dua talenta tuannya berkata “baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar…” Dengan demikian, kita melihat bahwa tuannya tidak menunjukkan penghargaan yang lebih besar kepada hamba dengan lima talenta dibandingkan dengan hamba yang diberikan dua talenta. Dari kebenaran ini, kita harusnya juga dapat memandang setiap orang dengan penghargaan yang sama tanpa memandang talentanya yang besar ataupun kecil.


Bagaimana dengan si hamba yang menerima satu talenta? Tidak seperti hamba yang diberikan lima ataupun dua talenta, hamba yang menerima satu talenta memilih untuk tidak menjalankannya, mengembangkannya dan menjadikannya berbuah melainkan menguburnya. Apa yang salah dengan si hamba penerima satu talenta ini? Tentunya dia menguburkannya bukan karena dia hanya menerima satu talenta saja karena tidak ada bagian dalam perikop ini yang mengatakan demikian.


Yang menjadi akar dari tindakan si hamba penerima satu talenta ini adalah di ayat 24. Dia berkata bahwa tuannya adalah manusia yang kejam. Artinya, dia telah memiliki pengenalan yang salah terhadap tuannya sehingga pandangannya terhadap tuannya juga salah. Pengenalan yang salah ini membuat dia takut terhadap tuannya sehingga keputusan yang diambil juga menjadi salah (ayat 25)

Dengan talenta yang kita terima, baik itu lima, dua ataupun satu, tidaklah menentukan seberapa berharganya kita. Yang terpenting adalah kita mengenal Allah dengan benar sehingga kita tidak menjadi orang yang takut sehingga kita membuat keputusan yang salah dalam seluruh aspek kehidupan kita. Pengenalan akan Tuhan dengan benar akan membuat kita menjadi berani dan dapat mengabil keputusan dengan benar dan sesuai dengan hikmat yang Tuhan berikan.