Pages

24 February 2018

ALLAH SETIA DENGAN PANGGILANNYA

Renungan Harian - Yunus dipanggil Tuhan untuk pergi ke Niniwe dan memberitakan keselamatan bagi mereka tetapi Yunus telah lari panggilan itu. Setelah Tuhan "menghajar Yunus" Yunus menyadari bahwa kasih Allah begitu besar bagi orang-orang Niniwe dan Yunuspun bertobat dan menyesali tindakannya itu (lari dari panggilan Allah).

Tuhan itu setia dengan kasih-Nya kepada orang-orang Niniwe sekalipun orang-orang Niniwe telah berbalik kepada berhala-hala kesia-sian. Tuhan juga setia dengan panggilan-Nya kepada Yunus sekalipun Yunus telah lari dari panggilan Allah, lari dari hadirat Tuhan. Tuhan tetap dengan panggilan-Nya dan tidak membatalkannya, atas pertobatan Yunus dan respon untuk taat kepada panggilan-Nya, Tuhan kembali meneguhkan panggilan-Nya bagi Yunus untuk pergi ke Niniwe.

Datanglah firman Tuhan kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: Bangunglah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang kufirmankan kepadamu. Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Yunus 3:1-2

Setiap kita juga dipanggil oleh Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya, hati-Nya agar jiwa-jiwa diselamtkan haruslah juga ada di dalam hati kita. Kita yang telah dipanggil Tuhan untuk memberitakan kabar baik, kabar keselamatan bagi orang-orang adalah panggilan yang tetap dari Tuhan tidak akan pernah dirubah dalam hidup kita. Sebab itu, jika kita yang telah dipanggil sesuai dengan karunia dan telenta yang telah Tuhan berikan namum telah lari panggilan itu, ketahuilah bahwa Tuhan itu setia juga dengan panggilan-Nya dan Ia tidak akan merubah panggilan-Nya bagi kita. Tetapi kita harus meresponnya dengan pertobatan seperti Yunus telah merespon panggilan Allah. Allah akan meneguhkan kembali panggilan-Nya itu bagi kita.

Tidak semua kita dipanggil untuk menjadi penginjil, penkhotbah, gembala, pengajar, pelayanan mujizat, pelayanan penjara, pelayanan kepada suku-suku terasing, dsb. Setiap kita memiliki panggilan yang khusus maka kita tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain yang dipakai Tuhan di ladang-ladang tertentu. Kita hanya perlu menemukan pelayanan kita sesuai dengan karunia dan telenta yang Tuhan berikan dan berkata "Ya Tuhan, ini aku, pakailah aku untuk kemuliaan-Mu."