23 February 2018

LARI DARI PANGGILAN

Renungan Harian - Yunus dipanggil Tuhan untuk memberitakan pertobatan kepada orang-orang Niniwe tetapi Yunus merasa menganggap mereka memang selayaknya binasa oleh karena kejatahan-kejahatan dan dosa-dosa mereka. Yunus merasa mereka tidak layak untuk menerima kasih karunia keselamatan dari Allah. Sehingga ia memilih untuk lari dari panggilan ini, pergi menjauh dari Niniwe.

Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia. Yunus 2:8

Sekalipun Orang-orang Niniwe itu jahat, berdosa dan bahkan meninggalkan Allah dengan menyembah berhala kesia-sian, tetapi Tuhan mengasihi mereka dengan setia. Demikianlah kasih Allah bagi manusia, Dia mengasihi manusia dengan setia sekalipun manusia itu tidak setia. Dia tetap setia.

Yunus akhirnya setelah mengalami "hajaran" Tuhan dengan mengalami angin ribut yang diturunkan Tuhan sehingga badai besar menerpa kapal yang ia tumpangi dan hampir terpukul hancur, di buang ke laut dan ditelan oleh seekor ikan besar, Yunus menyadari betapa besar kasih karunia Allah atas orang-orang Niniwe dan bahwa ia tidak bisa menggagalkan rancangan Tuhan untuk keselamatannya, Yunus bertobat dan akhirnya meresponi panggilan Tuhan untuk datang ke Niniwe.

Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari Tuhan!" Yunus 2:10

Ketika Tuhan memanggil kita untuk memberitakan keselamatan, panggilan Tuhan itu tidak akan ada yang dapat menggagalkannya. Sebab Dia berkuasa dan tidak ada satupun rancangan-Nya yang gagal. Maka respon terbaik yang harus kita berikan kepada setiap panggilan Tuhan adalah dengan mentaatinya, kita sendiri yang akan menjadi rugi bila lari dari panggilan itu, janganlah kita tunggu mengalami badai dan ditelan ikan besar baru meresponi panggilan Allah dalam hidup kita. Allah itu setia dengan kasih-Nya, bila Ia telah mengasihi manusia, manusia itu dikasihi-Nya dengan setia sekalipun manusia itu tidak setia. Maka tidak ada yang tidak layak diselamatkan bila Allah telah menetapkan untuk menyelamatkannya.