21 March 2018

DIPERMALUKAKAN DI MUKA UMUM

Renungan Harian - Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Mat 27:35

Rasa malu sekalipun tidak dirasakan secara fisik seperti penyakit lain tetapi menjadi beban yang begitu berat dalam hidup. Atas sesuatu yang kita lakukan dan sangat mempermalukan kita, bisa jadi menjadi bom waktu yang suatu menghancurkan kita. Sekalipun orang lain sesungguhnya telah melupakannya, tetapi kita sendiri sering kali dihantui olehnya dan seolah-olah tidak ada jalan keluarnya.

Memandang berbagai gambar Yesus disalib, kita masih bisa melihat ada sepotong kain yang membalutnya. Kita berharap memang demikianlah adanya tetapi sesungguhnya itu jauh dari kenyataan. Ketika bangsa romawi menyalibkan tawanannya, mereka menyalibkannya dengan telanjang. Bagi Yesus, dipermalukan juga menjadi bagian dari hukuman yang harus ditanggung. Yesus dipermalukan juga di muka umum dengan diambil pakaiannya dan dibagikan dengan undi.

Bagi kita, ini adalah keselamatan bagi agar kita yang seharusnya malu dan tidak layak dihadapan Bapa oleh karena dosa-dosa dan pelanggaran kita menjadi layak karena Yesus telah menerima hukumannya atas kita. Rasa malu itu diambil dari kita dan ditimpakan pada-Nya sehingga kita justru memiliki keberanian untuk datang kepada Bapa (Ibr 12:2)

Bagaimakah keadaan kita saat ini? Tidak ada hal memalukan dalam hidup kita sekalipun itu begitu kelam di masa lalu yang tidak dapat ditebus oleh Yesus. Semua sudah Dia tanggung dan selesaikan. Dia telah menggantikan posisi kita di kayu salib dan kita hanya perlu melangkah dengan iman ke tahta kasih karunia-Nya dan menerima pengampunan dan pengudusan-Nya.