19 March 2018

KASIHNYA DI KALVARI

Renungan Harian - Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 1 Yoh 4:9-10

Allah itu kasih, pastilah kita telah terlalu banyak mendengar kalimat ini. Ini kalimat yang begitu indah dan menyejukkan hati kita manusia yang penuh dosa, dikasihi oleh Allah. Tetapi mungkin juga banyak yang meragukan bahwa Allah itu kasih khususnya ketika kita menghadapi pergumulan yang begitu berat seperti sakit penyakit, krisis keuangan, hubungan keluarga yang berantakan, atau ketika orang yang kita kasihi meninggal dunia. Pada titik tertentu itu, mungkin kita jadi mempertanyakan benarkah Allah itu kasih.

Daripada memilih untuk meragukan bahwa Allah itu kasih, lebih baik kita mempercayainya seperti yang dikatakan dalam 1 Yoh 4:9-10 bahwa Allah itu kasih dan tidak hanya Allah itu kasih, Ia telah secara nyata menunjukkan kasih-Nya itu kepada kita semua dengan mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Bukankah masalah terbesar dan terberat dan yang tidak tidak dapat diselaikan sendiri adalah pendamaian bagi dosa-dosa kita? Allah yang adalah kasih telah menyelesaikan itu bagi kita semua.

Setiap kali kita mulai meragukan Allah itu adalah kasih oleh karena berbagai pergumulan hidup yang menghimpit, jangalah pernah lupakan bahwa Allah telah secara nyata menunjukkan kasih-Nya bagi kita di Kalvari, Tuhan Yesus mati bagi kita sehingga kita berdamai dan dipersatukan kembali kepada Allah.

Allah itu kasih dan Dia telah menunjukkan kasih-Nya di Kalvari bagi kita. Kini kita juga harus semakin hari semakin mengasihi dan mengenal Allah, itulah yang dikehendaki Allah bagi kita (Hos 6:6).