Pages

01 March 2018

MENGIKUTI PIMPINAN TUHAN

Renungan Harian - Berapa lamapun juga awan itu diam di atas Kemah Suci, baik dua hari, baik sebulan atau lebih lama, maka orang Israel tetap berkemah dan tidak berangkat; tetapi apabila awan itu naik, barulah mereka berangkat. Bilangan 9:22

Selama ratusan tahun umat Tuhan Israel menjadi budak di Mesir, seluruh aspek hidup mereka dikendalikan oleh tuan mereka penguasa Mesir. Mereka berseru kepada Tuhan untuk dibebaskan dan Tuhan mendengar seruan mereka dan akhirnya membebaskan mereka.

Tentu saja menjadi hari yang besar bagi mereka ketika mereka meninggalkan Mesir. Namun di dalam perjalanan mereka menuju tanah perjanjian bukanlah perjalanan yang mudah. Mereka mengalami masa-masa sulit dan seringkali justru ingin kembali ke Mesir dan menghiraukan kalau mereka kembali berarti mereka akan kembali menjadi budak.

Dalam perjalanan menuju kebebasan ini yaitu ke tanah perjanjian, mereka benar-benar tidak tahu apa yang akan mereka hadapi di depan. Mereka harus sepenuhnya bergantung kepada Tuhan dan harus sepnuhnya siap mengikuti pimpinan Tuhan. Ketika awan itu diam, maka harus diam dan ketika awan itu naik maka mereka juga harus berangkat. Mereka tidak boleh diam bila awan itu naik atau berangkat bila awan awan itu diam.

Hal ini juga benar bagi hidup kita orang percaya. Setiap hari kita hanya dan harus bergantung sepenuhnya pada pimpinan Tuhan. Apa yang akan kita lakukan, kita mengikuti pimpinan Tuhan dan harus selalu siap pada pimpinan-Nya itu. Sebab itulah kita harus setiap hari datang kepada Tuhan memohon pimpinan-Nya melalui doa dan firman-Nya. Kita tidak boleh merasa lebih tahu daripada Tuhan sehingga ketika Tuhan menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu, kita justru melakukan apa yang kita inginkan dan pandang baik. Tuhan mengetahui dan merancangkan jauh lebih baik dari kita sendiri, sebab itu nantikan dan selalu ikuti pimpinan-Nya setiap hari.