15 March 2018

MENIKMATI HADIRAT TUHAN

Renungan Harian - Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. Keluaran 33:11

Setiap anak kecil pasti senang untuk bersama dengan bapanya. Digendong, dibelai dan dipeluk bapanya membuatnya merasa aman dan dicintiai. Terlebih lagi ketika ada ancaman dari luar, misalnya teman yang mencoba mengganggunya, anak kecil itu pasti berlari kepada bapanya untuk mendapatkan perlindungan. Anak kecil itu begitu bahagia bisa bersama bapanya, tetapi sesungguhnya bapanya juga merasakan begitu bahagia setiap kali anaknya itu datang padanya untuk digendong, dibelai, dipeluk dan terlebih lagi berkomunikasi dengannya.

Lebih dari seorang bapa yang sayang pada anaknya dan yang selalu rindu bersama anak-anaknya, Tuhan sejak mulanya menunjukkan hati yang penuh kasih dan kecintaan untuk bersama dengan manusia ciptaan-Nya. Dia menjumpai Adam, berkomunikasi denganya (Kej 2:15-17) dan menghabiskan waktu bersamanya (Kej 3:8-9). Hal ini bahkan tidak berhenti sekalipun Adam dan Hawa telah jatuh ke dalam dosa. Tuhan tetap memulihkan komunikasi itu melalui Yesus Kristus (Yoh 14:6).

Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya, sebuah hubungan yang sangat intim dan indah. Yosua, tidak ingin kehilangan kesempatan yang sama, ia tidak ingin meninggalkan kemah itu, ia juga ingin menikmati hadirat Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita telah menjadikan masuk ke dalam hadirat Tuhan sebagai prioritas kita setiap hari? Atau kita menenggalamkan diri kita dengan rutinitas dan kesibukan kita?

JIKA KITA MERINDUKAN HADIRATNYA, DIA LEBIH LAGI.