Pages

09 March 2018

MENJADI BIJAKSANA

Renungan Harian - Pasangan muda yang baru menikah menikmati romanctic dinner di sebuah cafe. Seorang wanita muda tiba-tiba menghampirinya dan berkata: "Pak, saya hamil..." belum selesai wanita itu menyampaikan kalimatnya, sang isteri langsung marah pada suaminya karena mengganggapnya telah selingkuh dan tidak setia. Ditengah-tengah amarahnya yang menjadi pertengkaran hebat, wanita tadi meneruskan kalimatnya berkata: "Pak, saya hamil, mohon jangan merokok disini"

Sang isteri yang marah-marah dan mengakibatkan pertengkaran hebat dengan suaminya langsung menyesali sikapnya yang langsung naik darah itu. Tetapi semua sudah terlambat, kini suasannya berubah tidak lagi romantis dan membahagiakan hati. Romantic dinner berubah menjadi terrible dinner, semua karena dia lekas naik darah sehingga berlaku bodoh.

Amsal 14:17 (TB) Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

Firman Tuhan mengajarkan kepada kita agar kita tidak lekas naik darah, marah-marah, sehingga kita berlaku bodoh. Kita seharusnya menjadi orang yang bijaksana sehingga kita bersabar untuk merespon segala pergumulan atau permasalahan dalam hidup kita.

Bagaimanakah kita menjadi orang yang bijaksana? Dengan mempelajari banyak hal atau menempuh pendidikan yang tinggi? Ini hal yang sungguh sangat baik, tetapi ini tidak menjamin kita menjadi orang yang bijaksana.

Untuk menjadi orang yang berhikmat, kita membutuhkan hikmat yang datang dari Tuhan.

Amsal 2:6 (TB) Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Hanya Tuhan yang menjadi sumber hikmat sehingga dengan hikmat-Nya kita bertindak bijaksana dan penuh kesabaran.