Pages

29 April 2018

10 Hal Yang Diharapan Ibu Mertua Dari Menantu Perempuannya

Artikel Khusus - Mendengar kata "Ibu Mertua" apakah yang muncul dalam benak Anda? Jahat, kejam, tidak ada toleransi, menang sendiri, sulit diajak kerjasama, menuntut, dan lain sebagainya. Apakah kata-kata ini (sebagian atau seluruhnya) muncul dalam benak Anda? Mungkin saja hal itu muncul karena cerita-cerita yang kita dengar dari orang lain atau mungkin juga kita dapatkan dari film yang kita tonton. Benarkah ibu mertua seperti kata-kata itu? Mungkinkah membangun hubungan yang sangat harmonis dengan ibu mertua?

Mari kita lihat 10 hal yang sesungguhnya diharapkan ibu mertua dari menantu perempuannya sehingga para menantu perempuan dapat membangun hubungan yang indah dengan ibu mertuanya.

Pertama, memandang ibu mertua seperti seorang sahabat

Menantu tentu harus tetap menaruh hormat kepada ibu mertuanya, tetapi "kualitas" hubungan dapat dibangun seperti seorang sahabat. Sadarilah bahwa selama ini dia selalu bersama dengan orang yang telah kita nikahi dan setelah menikah hidupnya menjadi sepi karena kini anaknya telah bersama-sama dengan kita. Dia merindukan waktu berbincang-bincang dengan anaknya, dia merindukan anak yang bermanja-manja dalam pangukannya, dia merindukan membuatkan makanan kesukannya. Bangunlah hubungan persahabatan seperti itu, adakanlah waktu untuk berbincang-bincang dengannya, isilah kekosongannya itu. Masaklah bersama, "bermanjalah" juga dengan tidur dipangukannya. Tunjukkan bahwa kita perduli padanya, perduli pada kekosongan dan kesepiannya dan bahwa kita siap untuk tetap ada baginya.

Kedua, membahagiakannya anak lelakinya yang telah kita nikahi

Dalam pernikahan memang akan selalu ada tantangan. Sering sekali tak terhindarkan terjadi pertengkaran dimana suami isteri saling mengumpat, mengucapkan kata-kata kotor, berselisih karena perbedaan pendapat, atau karena hal-hal lain yang dapat mengganggu hubungan suami isteri. Hal ini, sedikit banyak akan mempengaruhi hubungan dengan ibu mertua (khususnya bila ibu mertua mengetahui pertikaian/pertengkaran itu). Ibu mertua kita menyayangi anak lelakinya dan inginkan yang terbaik baginya. Ia ingin melihat anaknya bahagia seperti selama ini ia telah membahagiakannya. Membuat anaknya menderita akan mematahkan hati ibu mertua sebab itu, sebagai menantu kita harus berjuang untuk membangun pernikahan yang bahagia dengan suami agar ibu mertua juga turut bahagia dan dengan demikian juga akan menyayangi menantunya.

Ketiga, menunjukkan cinta yang besar dihadapan ibu mertua

Seperti poin yang kedua bahwa ibu mertua ingin melihat anak lelakinya bahagia, sebagai menantu, Anda harus membuatnya senang dengan mengetahui bahwa anak lelakinya itu benar-benar bahagia. Dengan cara yang sederhana, pujilah suami Anda didepan ibu mertua, ceritakanlah hal-hal luar biasa yang telah ia capai atau lakukan. katakan betapa Anda mencintainya dan sangat berbahagia dengannya. Katakan juga hal-hal luar biasa yang Anda lakukan bagi suami Anda dan betapa ia juga berbahagia bersama Anda. Dengan demikian, ibu mertua Anda akan semakin mengasihi Anda dan ingin selalu menghabiskan waktu mendengar cerita-cerita Anda.

Keempat, jadilah pendengar yang baik baginya.

Ini sangatlah penting hampir dalam seluruh aspek kehidupan kita. Banyak orang ingin didengar tetapi sedikit orang yang mau mendengar. Bila Anda mau memberikan telinga Anda bagi ibu mertua yang ingin menucarhkan seluruh isi hatinya, itu akan membuatnya merasa dihargai, dibutuhkan dan bukan sambil lalu saja. Dengan mendengarkan, Anda telah menunjukkan cinta kasih dan kepedulian Anda. Terlebih lagi bila Anda sesekali memuji dia atas apa yang ia ceritakan dan betapa Anda berharap juga bisa melakukan seperti yang dilakukan ibu mertua Anda. Jadikan dia "hero" bagi Anda, dengarkan dia dan kenali dia semakin dalam dalam hidup Anda.

Kelima, buktikan iman Anda di dalam Yesus Kristus

Khususnya seorang ibu yang mencintai Tuhan, inginkan seorang menantu yang juga sangat mencintai Tuhan. Tetapi hal ini bukanlah sebatas teori tetapi haruslah nyata dalam hidupnya. Bila Anda sebagai menantunya membangun iman yang kuat di dalam Tuhan dan iman itu nyata dalam hidup Anda, maka ia akan sangat berbahagia bahwa Anda telah menajdi menantunya. Adakanlah waktu untuk berdiskusi dengannya tentang hal-hal yang rohani, mintalah nasehat rohani darinya dan berdoalah bersamanya. Tunjukkanlan kasih Allah yang nyata dalam hidup Anda, maka ia akan melihat buah roh yang nyata dalam hidup Anda dan betapa ia akan sangat berbahgia terhadap Anda.

keenam, ampunilah bila ibu mertua melakukan kesalahan

Siapakah yang luput dari kesalahan? Tidak ada!!! Tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang luput dari kesalahan, semua telah dan akan berbuat kesalahan baik itu disengaja atau tidak. Hanya Tuhan Yesus yang tidak pernah membuat kesalahan sedikitpun. Maka hal ini seharusnya mendorong kita untuk juga selalu cepat memberikan pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita. Tuhan Yesus selalu tersedia untuk mengampuni kita tidak perduli seberapa kecil atau besar dosa kita. Kita juga pastinya akan membuat kesalahan bukan? Maka kita juga harus mengampuni ibu mertua yang telah berbuat kesalahan. Jangan izinkan kesalahannya menghancurkan hubungan Anda dengan ibu mertua apalagi untuk jangka waktu yang sangat lama. Mengampuninya akan juga mendorong dia mengampuni Anda yang bersalah dan dengan demikian hubungan penuh kasih akan semakin terjalin dengan indah..

Ketujuh, jadilah "buku petunjuk" bagi ibu mertua.

Sekarang ini zamannya social media. Mungkin saja ibu mertua "agak ketinggalan" dalam area ini. Jadikanlah ini media untuk terus membangun kedekatan dengan ibu mertua. Bantulah ia untuk dapat menggunakan social media dan gadget yang ia miliki (belikanlah bila ia belum punya). Dengan social media itu, Anda juga akan semakin mudah dan intens berkomunikasi dengannya. Jangan menyerah dalam membimbingnya, sekalipun sulit dan membutuhkan waktu yang agak lama. Bersabarlah dan tunjukkan bahwa Anda perduli padanya dan bahwa ia masih juga dapat mengikut perkembangan zaman ini.

Kedelapan, bicarakan secara pribadi dan jangan mempermalukannya

Ketika ibu mertua berbuat kesalahan (khususnya di depan umum) jangan mempermalukannya dengan langsung menegornya. Ambillah waktu tenang dan pribadi untuk membicarakannya baik-baik. Jangan juga ambil posisi menyalahkannya, tetapi berilah pertanyaan-pertanyaan reflektif sehingga ia juga akan memikirkannya kembali bahkan menentukan sendiri apakah itu salah atau bukan. Memvonisnya bersalah akan membuat hubungan menjadi kurang baik, bagaimanapun orang tua memiliki "ego"tersendiri sehingga kita perlu hikmat untuk menegur dan memperbaikinya. Cara-cara manis sperti itu tidak akan merusak hubungan Andan dan dengan tetap memperbaikinya menjadi lebih baik lagi.

Kesepuluh, jangan bersaing untuk merebut cintanya

Seorang ibu mertua tentu akan selalu mencintai anak lelakinya dan Anda sebagai menantu tentu juga ingin dicintainya. Tetapi hal ini haruslah berkembang secara perlahan, ikut proses dan tidak perlu berjuang sedemikian rupa sehingga Anda seolah-olah bersaing dengan anak lelakinya untuk mendapatnya cintanya. Demikian juga bila ibu mertua membangun hubungan yang sangat dekat dengan anak-anak Anda, biarkanlah proses itu berjalan alami, biarkan anak-anak Anda mencintai neneknya dan ibu mertua Anda mencintai anak-anak Anda. Anda sendiri tidak perlu bersaing untuk meraih cinta dari ibu mertua maupun anak-anak Anda pada kondisi itu. Syukurilah semuanya itu dan nikmatilah, semua ada porsi dan tempatnya masing-masing.