Pages

16 April 2018

BELAS KASIHAN TUHAN

Renungan Harian - Rut 3:18 (TB) Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."

Mengalami kekeringan di tanah Israel, Naomi dan keluarganya pindah ke tanah Moab untuk hidup yang lebih baik. Setelah suaminya dan kedua anak lelakinya mati, ia kembali ke tanah Israel bersama Rut menantunya yang tetap ingin ikut bersamanya sekalipun sudah tidak ada lagi suaminya. Rut mengikuti ibu mertuanya kembali ke Israel tanpa pengetahuan yang cukup perihal adat istiadat Yahudi.

Menyadari bahwa mereka harus memenuhi kebutuhan dasar, yaitu makan dan minum, Rut tiba disebuah ladang yang merupakan milik Boaz. Dia mendapat belas kasihan dari pekerja Boaz karena Rut menunjukkan sikap yang sangat baik. Boaz juga menaruh belas kasihan padanya namun ia tidak bisa langsung “menebus” Rut sebagai saudara dari Naomi karena ada orang lain yang lebih tepat “menebusnya” dan setelah mencapai kesepakatan akhirnya Boaz yang menjadi “penebus” (kinsman redeemer) bagi Rut. Rut telah mengikuti saran-saran dari Naomi, ibu mertuanya. Ia telah menunjukkan sikap yang luar biasa (spirit of excellent) sehingga para pekerja Boaz dan Boaz sendiri menaruh belas kasihan kepadanya.

Rut merupakan gambaran orang yang tidak masuk hitungan (orang moab, bukan orang Israel) tetapi tetap dapat mendapat belas kasihan (kasih karunia) dan diselamatkan. Dan Boaz merupakan gambaran Tuhan yang memberikan belas kasihan (kasih karunia) terhadap orang tidak masuk hitungan namun dikasihi dan berharga di hadapan-Nya. Apakah kita merasa orang tidak masuk hitungan? Tidak ada harapan atas masalah yang kita hadapi? Tuhan menaruh belas kasihan dan melimpahkan kasih karunia-Nya jika kita mau datang kepada-Nya maka kita pasti akan diselamatkan-Nya.