Pages

03 April 2018

KUASA HIKMAT ALLAH

Renungan Harian - Ketika Tuhan akan membebaskan umat-Nya Israel keluar dari Mesir, Mesir telah menantang Allah yang maha kuasa. Semua tanda-tanda ajaib yang dilakukan Tuhan melalui Musa, "ditandingi" oleh orang-orang pintar Mesir. Mereka merasa tidak perlu takut kepada Allah yang maha tinggi, apa yang Allah lakukan dapat juga dilakukan oleh para ahli nujum mereka. Mereka telah mengandalkan kekuatan, pengetahuan, dan ilmu-ilmu mereka untuk menandingi Allah.

Tetapi pada akhirnya, Firaun menyerah setelah apa yang dilakukan Tuhan melalui tulah ke sepuluh. Kematian anak sulung Firaun dan juga seluruh anak sulung di Mesir telah meruntuhkan segala keangkuhan karena kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya. Hikmat dan segala ilmu-ilmu mereka tidak dapat bertahan di hadapan Allah yang maha tinggi, mereka tidak dapat mengetahui apa yang Tuhan rancangkan dan bagaimana Tuhan akan menghajar mereka.

Di manakah orang-orang bijaksanamu? Biarlah mereka mengumumkan kepadamu serta memberitahukan apa yang diputuskan TUHAN semesta alam tentang mesir. Para pembesar Zoan bertindak tolol, para pembesar Memfis sudah teperdaya; para pemuka suku-suku mereka telah memusingkan Mesir. Tuhan telah mencurahkan di antara mereka suatu roh kekacauan, dan mereka memusingkan Mesir dalam segala usahanya, sehingga seperti seorang mabuk yang pusing waktu muntah-muntah. Yesaya 19:12-14

Mesir telah menantang Allah dengan hikmat yang mereka miliki dan di hadapan Allah telah dibuktikan bahwa himat Mesir, himat manusia tidaklah berdaya di hadapan hikmat Allah. Hikmat manusia tidak akan dapat mengatasi hikmat Allah, hikmat manusia akan gagal total tetapi hikmat Allah yang akan tampil bersinar.

Demikian di dalam kehidupan kita, seringkali kita langsung mengandalkan hikmat kita sendiri, pengetahuan kita sendiri atau pengalaman kita sendiri ketika kita menjalani hidup ini. Kita harus menyadari bahwa hikmat Allah, pengetahuan dari Allah, jalan-jalan Allah jauh lebih benar dan lebih terbaik dari segala yang dapat kita miliki. Maka kita harus sepenuhnya mengandalkan hikmat Tuhan dan tidak bersandar pada hikmat kita sendiri yang tidak sebanding dengan hikmat Allah.