Pages

13 May 2018

10 Kriteria Pria Yang Harus Dihindari

Artikel Khusus - Minggu, 13 Mei 2018
Menikah dengan seorang yang tepat pastinya akan membahagiakan, tidak ada orang yang ingin menikah dan mengharapkan keluarganya menjadi hancur, semua pasti menginginkan pernikahan yang bahagia. Sebab itu, sebelum memutuskan untuk menikah, pastilah perlu dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya dan yang paling utama adalah menggumulkannya dengn serius melalui doa. Masa pacaran adalah masa pengenalan yang dalam sehingga dapat memutuskan apakah akan menikahi orang itu atau tidak. Tentu sangatlah tidak bijak bila sudah mengenali bahwa dia bukanlah orang yang tepat untuk dinikahi tetapi masih melanjutkan hubungan itu.

Berikut ini adalah 10 hal yang dijadikan dasar alkitabiah sebelum akhirnya memutuskan untuk menikahinya atau tidak. 10 hal ini dapat dijadikan pertimbangan bahwa orang-orang dengan kriteria ini bukanlah orang yang tepat untuk dinikahi dan seharusnya berpisah dengan baik-baik. Sekalipun demikian, keputusan tetap ditangan Anda, tulisan ini hanya ingin menolong Anda dalam membuat keputusan penting dalam hidup Anda. Karena ingatlah bahwa pernikahan kristen adalah pernikahan satu kali sampai maut memisahkan.

Pertama, seorang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus dan justru membuat Anda semakin jauh dari Tuhan..

Menikah bukanlah sekedar mengakhiri masa lajang atau karena dari segi umur sudah saatnya untuk menikah. Menikah adalah panggilan Tuhan untuk membentuk keluarga ilahi dan sebagai satu keluarga akan memenuhi panggilan Tuhan untuk melayani dan memuliakan Dia. Sebab itu, memilih pasangan hidup bukan sekedar apakah dia kaya atau tidak, tampan atau tidak, berpendidikan atau tidak, seorang yang baik atau tidak, tetapi jauh lebih penting dan utama adalah apakah dia seorang yang percaya kepada Tuhan atau tidak. Apakah dia adalah seorang yang bertumbuh secara rohani atau tidak. Apakah dia dan Anda menjadi semakin bertumbuh di dalam Tuhan dengan hubungan Anda atau tidak. Jika dia justru membuat Anda semakin jauh dari Tuhan, jika dia bukan seorang yang percaya kepada Tuhan sedangkan Anda sangat mengasihi Tuhan dan hidup memuliakan Tuhan, maka jelas bahwa dia bukanlah seorang yang tepat bagi Anda. Tuhan tentunya harus jauh lebih berharga dari orang tersebut maka bila ia bukan seorang yang percaya dan justru membuat Anda semakin jauh dengan Tuhan, lebih baik untuk mengakhiri hubungan itu dan tidak perlu mempertahankannya dengan berkata bahwa bila sesudah menikah Anda akan membawanya kepada Tuhan, Anda sedang berjudi bila melakukan itu.

2 Kor 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Kedua, seorang yang memperlakukan tidak pantas/seorang yang berlaku kasar.

Seorang yang berperilaku kasar mungkin tidak akan langsung terdeteksi. Bisa saja membutuhkan waktu dan peristiwa khusus untuk mengetahui sifat kasarnya. Namun bila sejak awal hubungan Anda telah mendeteksi sikap kasar ini, maka jauh lebih baik untuk tidak melanjutkannya. Sekali lagi, jangan berpikir bahwa Anda dapat merubahnya, itu adalah bagian Tuhan. Belum tentu Tuhan akan memakai Anda dan pernikahan Anda dengannya untuk mengubahnya. Anda tidak pantas untuk menikah dengan orang yang kasar baik itu secara fisik maupun perkataannya kepada Anda. Anda layaknya diperlakukan dengan penuh kasih sayang, hormat dan saling menghargai. Seorang yang ringan tangan kepada Anda dan mulutnya mudah mengumpat Anda, bukanlah orang yang tepat untuk dinikahi. Pernikahan itu adalah anugerah Tuhan, Tuhan ingin manusia itu bahagia dengan pernikahan itu. Seperti Kristus yang penuh kasih kepada jemaat yang adalah mempelainya, demikian jugalah seorang yang tepat untuk dinikahi yaitu seorang yang penuh kasih sayang, penuh rasa hormat dan menghargai, bukan seorang yang kasar baik itu perbuatan maupun perkatannya.

Maz 11:5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.

Ketiga, seorang pecandu.

Seorang pecandu berarti seorang yang terikat pada sesuatu. Manusia seharusnya menjadi "pecandu"/terikat (devoted) hanya kepada Tuhan saja. Seorang pecandu baik itu alkohol, narkoba, pornografi, rokok, dan lain sebagainya sesungguhnya adalah orang yang tidak merdeka karena mereka terikat pada hal-hal itu dan tidak dapat menolaknya. Orang seperti ini membutuhkan penanganan yang profesional dan terutama pertolongan Tuhan. Sekali lagi, Anda jangan berpikir bahwa melalui hubungan Anda ia akan berubah (sekalipun mungkin saja terjadi) karena orang seperti ini membutuhkan penanganan yang intensi dan Tuhanlah yang sanggup memulihkan keadannya. Jangan sampai Anda yang mencoba menjadi pahlawan baginya melalui hubungan Anda justru menyeret Anda kedunianya. Itu sangat berbahaya. Orang yang pecandu, tidaklah tepat bagi Anda yang mengasihi Tuhan dan hidup dalam kekudusan sesuai dengan kehendak-Nya.

1 Kor 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

Keempat, seorang yang narsis.

Seorang yang narsis adalah seoarang yang peduli kepada dirinya sendiri. Dia menganggap dirinya lebih penting dari orang lain sehingga ia tidak punya waktu dan hati untuk memperhatikan orang lain, dia hanya fokus kepada dirinya sendiri. Dia sangat peduli pada penampilannya sendiri dan pasangannya bisa jadi dianggap mengurangi ketampanan dan keeleganan dirinya. Anda sebagai wanita yang mungkin biasa saja dengan penampilan Anda, akan dianggap mengganggu kesempurnaan penampilannya. Orang yang mementingkan dan mengasihi dirinya sendiri adalah orang yang berbahaya untuk dinikahi. Anda tidak penting baginya karena yang paling penting hanya dirinya sendiri. Orang seperti ini bukanlah orang yang tepat untuk Anda nikahi yang mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama, sedangkan ia hanya mengasihi dirinya sendiri.

2 Tim 3:2-5 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Kelima, seorang yang menguasai

Penikahan itu adalah dua pribadi menjadi satu dan sekalipun suami adalah iman dan kepala rumah tangga bukan berarti suami adalah "penguasa" dan isteri tidak punya peran apa-apa dalam berbagai hal seperti mengambil keputusan. Seorang suami tidak boleh mementingkan dirinya sendiri dalam berbagai kebijakan di rumah tangganya. Maka selama masa pengenalan/pacaran adalah penting untuk mengetahui apakah dia adalah tipe orang yang akan menjadi "penguasa" tunggal dalam rumah tangga atau tidak. Apakah anda diberikan kesempatan untuk bersuara dan mengemukakan pendapat atau tidak. Bila dia sepenuhnya yang menguasai dan mementingkan dirinya sendiri, maka jelas dia bukan pria yang tepat bagi Anda. Berdoalah untuk seorang yang tepat bagi Anda, tapi tipe spertinya ini jelas bukan tipe yang bagi Anda.

Yak 3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Keenam, seorang yang pemarah.

Seorang yang marah tentu beda dengan seorang yang pemarah. Kita seharusnya mencari orang yang peramah bukan pemarah. Mungkin sifat pemarah ini dianggap biasa saja atau normal-normal saja. Tetapi Alkitab sendiri telah mengatakan bahwa kita jangan bergaul dengan seorang yang pemarah, apalagi menikahinya. Bila saat masih berpacaran dia tidak dapat mengendalikan sifat pemarahnya, tampaknya setelah menikah dia juga tidak akan dapat mengendalikannya, bahkan mungkin akan menjadi lebih buruk. Anda akan sulit membangun pernikahan yang bahagia bila untuk berbagai hal yang sepele saja dia akan langsung marah-marah kepada Anda. Setiap hari dan setiap saat Anda akan mencoba menjaga dengan hati-hati agar dia tidak marah-marah, tapi tampaknya itu akan menjadi sia-sia karena masalahnya bukan pada Anda melainkan pada dirinya sendiri yang tidak dapa mengendalikan amarahnya. Pikirkanlah kembali sebelum Anda akhirnya memutuskan menikahi orang seperti ini.

Amsal 22:24 Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah,

Ketujuh, seorang yang masih jadi anak mama

Seorang yang sayang pada mamanya adalah indah, dan tampaknya dia juga akan sayang pada Anda. Tetapi bila ia adalah "anak mama" ini adalah cerita yang berbeda. Seorang yang disebut "anak mama" tidak dapat "melepaskan dirinya" dari mamanya. Bisa jadi Anda akan jadi nomor 2 baginya dan mamanya dalah nomor 1 baginya. Sekali lagi seorang yang mengasihi mamanya adalah baik tetapi menjadi anak mama adalah cerita yang berbeda. Alkitab sendiri telah mengatakan dan mengaskan bahwa setelah menikah laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya untuk bersatu dengan isterinya, artinya dia harus bisa "melepaskan diri" dari mamanya agar dapat menjadi satu dengan Anda, isterinya. Sebab itulah implikasi dari ayat ini adalah tidak baik seorang yang telah menikah masih tinggal satu rumah dengan orang tuanya (kecuali ada kesepakatan bersama dan dengan alasan yang sangat kuat).

Mat 19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Kedelapan, seorang yang suka menggoda wanita lain dan bahkan selingkuh

Seorang yang suka menggoda wanita lain dan bahkan selingkuh menunjukkan kualitas cintanya. Orang sperti ini "mudah jatuh cinta" dengan wanita lain atau sekedar "suka memenuhi nafsunya" terhadap wanita. Orang seperti ini jelas bukanlah orang yang setia dengan pasangannya. Semasa pacaran dan berjalan-jalan di mall dia suka melirik wanita lain artinya dia masih "belum puas" dengan Anda. Masih ada dari diri Anda yang belum memuaskan dirinya atau sekalipun sebenarnya Anda sudah cukup "sempurna" namun ia masih tetap melirik wanita lain, itu artinya dia memiliki masalah dengan hawa nafsunya dan ini sangat berbahaya bagi Anda. Dia tidak menghargai Anda yang berjalan disampingnya dengan melirik wanita lain dan bahkan membangun hubungan dengan wanita lain padahal ia telah terikat dengan Anda sebagai kekasih. Saat menikah, tampaknya ia juga tidak akan menghargai Anda dengan berselinguh dengan wanita lain dan itu berarti juga mencemarkan tempat tidur. Pernikahan adalah gambaran Kristus dengan mempelainya yaitu jemaat/orang-orang percaya, dengan demikian seperti Kristus adalah setia maka Anda harus mendoakan dan mencari seorang yang setia. Jangan pernah berpikir bahwa ia akan berubah setelah menikah, Anda tdak mempunyai jaminan akan hal itu.

1 Kor 6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

Kesembilan, seorang yang suka berdusta

Seorang yang berdusta tampkanya akan mudah sekali dikenali. Orang yang berdalih atas janji yang telah Anda sepakati dengannya untuk bertemu mengindikasikan bahwa dia sedang berdusta. Seorang yang berubah-ubah jawabannya juga menjadi indikasi bahwa ia berdusta kepada Anda. Menikah harus dibangun dengan kepercayaan yang kuat. Bila dia tidak dapat dipercaya maka dia bukanlah orang yang tepat untuk dinikahi. Tanpa kepercayaan, keluarga akan menjadi begitu rapuh dan hancur. Bayangkan banyaknya kebohongan-kebohongan yang akan menguasai rumah tangga Anda. Mulai dari jam pulang kantor, jumlah gaji dan bonus yang diterima, pengeluaran keuangan, dan lain sebagainya, semuanya aka dipenuhi dengan kebohongan-kebohongan. Sekecil apapun kebohongan itu berarti manipulasi, penipuan dan seharusnya tidak ada ruang untuk kebohongan. Kebohongan yang satu akan memimpin kepada kebohongan yang lain dan seorang pendusta bahkan tidak layak masuk kedalam kerajaan sorga masakan ia akan masuk dalam keluarga ilahi yang Anda akan bangun?

Amsal 19:9 Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa.

Kesepuluh, seorang yang tidak menggunakan uang dengan bijak dan bukan pekerja yang baik.

Bila masa-masa pacaran Anda telah melihat bahwa ia tidak mengelola keungannya dengan baik dan bukan seorang yang rajin bekerja, maka tampaknya hal yang sama akan terjadi setelah pernikahan Anda. Seorang yang tidak dapat mengelola keuangan dengan baik dan juga tidak bekerja dengan baik, akan menimbulkan masalah dalam keuangan keluarga. Uang memang bukan segalanya tetapi uang menjalan "roda pemerintahan keluarga" terlebih lagi bila ia seorang yang suka berjudi baik itu judi kecil-kecilan apalagi judi yang besar, ini akan sangat menghancurkan keuangan keluarga. Akibatnya akan terseret hutang dan membawa keluarga dalam ancaman keamanan para penagih hutang jika pada akhirnya tidak mampu membayar. Masalah pengelolaan keuangan sangatlah penting dan seorang suami yang rajin bekerja juga adalah sebuah keharusan. Sekalipun Anda juga adalah seorang wanita karir atau pengusaha yang sukses, jangan biarkan seorang suami yang pemalas dan tidak bijak dalam keuangan ada dalam kehidupan Anda karena itu akan menghancurkan Anda, anak-anak dan seluruh hidup Anda.

Amsal 13:20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Semoga sepuluh poin ini dapat membantu untuk mempertimbangkan apakah pria yang sedan bersama Anda adalah pria yang tepat untuk menjadi imam dan kepala rumah tangga Anda atau tidak. Lebih baik menunda utuk mendapatkan yang tepat dibandingan terburu-buru namun akhirnya menyesali seumur hidup. 10 Poin ini juga telah dipaparkan secara sederhana dengan urutan prioritas, silahkan Anda mendoakan dan menggumulkan bila satu aja dari kriteria ada maka Anda akan membatalkan hubungannya atau Anda memiliki batas "toleransi" mana yang masih Anda dapat terima dan mana yang tidak. Sekali lagi keputusan tetap di tangan Anda, doakan dan gumulkanlah sebaik-baiknya.