Pages

24 May 2018

ANAK YANG MENGASIHI ORANG TUA

Renungan Harian - Kamis, 24 Mei 2018
Sebagai seorang anak, kita pasti tidak pernah tahu apa yang sedang dialami orang tua kita atau bahkan tidak pernah perduli apa yang menjadi kesulitan mereka. Sebagai seorang anak, yang kita tahu adalah ketika kita haus dan lapar orang tua kita pasti memberi kita makan dan minum. Ketika kita harus bersekolah, mereka juga berjuang untuk menyiapkan semua dananya. Ketika kita membutuhkan hiburan atau ingin mengikuti trend yang ada, tanpa kita tahu bahwa sesungguhnya itu semua tidak mudah disediakan, mereka menyediakannya bagi kita.

Orang tua yang mengasihi anak-anaknya pasti akan membahagiakannya sekalipun mereka sendiri bergumul untuk selalu bisa memenuhinya. Dengan kasih yang tulus, orang tua merawat dan membahagiakan anak-anaknya. Ketika anaknya dewasa dan mandiri, mulai bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, orang tua tentu akan menjadi sangat bahagia. Semua jerih lelahnya tidak sia-sia, anaknya bertumbuh dan berhasil dalam hidupnya.

Dan musim pun berganti, kini anak yang telah tumbuh menjadi pribadi yang kuat, dewasa, mandiri dan mapan itupun menghadapi kenyataan bahwa orang tuanya kini telah menjadi orang tua yang tua, peot dan tak berdaya. Pilihannya adalah kini anak yang berbalik merawat orang tuanya itu dengan penuh kasih atau justru mengabaikannya karena dianggap menjadi penghalang dalam hidupnya. Firman Tuhan dengan tegas mengatakan bahwa sebagai anak/cucu kita bertanggungjawab untuk merawat orang tua/kakek/nenek kita.

1 Timotius 5:4 (TB) Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.

Sebagai orang percaya, Tuhan berkendak dan berkenan agar kita bertanggungjawab di hari tua orang tua/kakek/nenek kita. Merawat mereka dengan penuh kasih dan bukan mengabaikannya atau bahkan membuangnya jauh dari hidup kita. Kalau dunia memilih untuk mengabaikan orang tuanya yang sudah tak berdaya, tidak demikian dengan kita orang percaya. Kita tidak menganggap mereka penghalang atau menyusahkan kita, kita tetap mengasihi, menjaga dan merawat mereka sampai akhir hidup mereka.

Kasihi orang tua sampai akhir hidup mereka