Pages

12 May 2018

Iman Yang Mendatangkan Kesembuhan

Renungan Harian - Sabtu, 12 Mei 2018
Yairus datang tersungkur di kaki Yesus dan memohon kesembuhan untuk anak perempuannya yang sakit dan bahkan hampir mati. Siapakah Yairus? Kita tidak mendapatkan banyak informasi tentang dia. Yang dapat kita ketahui hanyalah bahwa ia seorang kepala rumah ibadah. Apakah ia dan keluarganya banyak mendengar pengajaran Yesus? Percaya kepada Yesus? Kita tidak dapat mengetahuinya karena Alkitab memang tidak menuliskannya bagi kita.

Tetapi justru itulah baiknya bahwa tidak ada banyak informasi diberikan tentang Yairus karena memang ini bukan tentang Yairus yang menjadi aktor utamanya melainkan Tuhan Yesus. Kita tidak dapat mengetahui "kadar" imannya, tetapi "sekecil apapun itu telah memimpin dia datang pada Yesus untuk kesembuhan anaknya.

Sekalipun teranyata anak perempuannya itu telah mati, kasih, anugerah dan kuasa Tuhan dinyatakan bagi anaknya. Tuhan membangkitkan anaknya yang mati, karena iman Yairus, mujizat dinyatakan dan Tuhan dimuliakan.

Markus 5:41-42 (TB) Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.

Apakah yang mujizat yang kita butuhkan? Apapun itu, Tuhan berkenan untuk menyatakan kasih dan kuasa-Nya. Apapun latar belakang kita tidak menjadi kendala untuk datang kepada-Nya karena memang bukan tentang kita tetapi tentang kasih karunia Tuhan yang besar bagi kita. Yang kita butuhkan adalah iman dan melangkah datang pada-Nya memohon dan berseru kepada-Nya, Ia pasti mendengar dan menyatakan mujizat-Nya bagi kita yang beriman kepada-Nya.

Iman mendatangkan mujizat dan mujizat dinyatakan memuliakan Tuhan, bukan tentang orang yang beriman dan juga bukan tentang orang yang mengalami mujizat melainkan tentang Tuhan sendiri; kasih, kuasa dan anugerah-Nya.