Pages

10 May 2018

KEPERCAYAAN YANG TAK TERGOYAHKAN

Renungan Harian - Kamis, 10 Mei 2018
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku; AMIN. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak akan takut; AMIN. Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagiku; AMIN. Tuhan buka jalan saat tiada jalan; AMIN. Tuhan memenuhi segala kebutuhanku; AMIN. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil; AMIN. Tuhan sanggup menyembuhkan sakitku dan membebaskanku dari masalah keuangan; AMIN.

Bukankah Tuhan kita adalah Tuhan yang luar biasa? Siapakah yang tidak akan menyembah Tuhan yang seperti itu? tentu semua orang akan suka dengan Tuhan seperti itu. Tetapi bagaimana bila kita tidak dilepaskan dari masalah kita? bagaimana bila kita kekuarangan? bagaimana bila hidup kita penuh dengan ketakutan akan krisis ekonomi dan pangan? bagaimana bila tidak ada kebaikan dalam hidup kita? bagaimana bila tetap tiada jalan keluar atas masalah kita? bagaimana bila semuanya jadi mustahil? bagaimana bila sakit kita tidak sembuh dan kita tidak keluar dari masalah keuangan? Apakah kita tetap mengatakan Dia Tuhan yang baik? Apakah kita tetap percaya kepada-Nya?

"Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." Daniel 3:17-18

Sadrakh, Mesakh dan Abednego menunjukkan kualitas rohani yang harus kita miliki. Ditengah ancaman perapian yang menyala-nyala, mereka tidak menjadi orang-orang yang cengeng yang akan merengek kepada Tuhan agar dilepaskan dari bahaya ini. Mereka juga tidak berdoa agar mereka benar-benar dilepaskan dari perapian yang menyala-nyala itu. Iman mereka berkata bahwa kasih mereka kepada Tuhan tidak dipengaruhi oleh pertolongan Tuhan. Mereka tidak mengasihi Tuhan karena pertolongannya yang nyata, bahkan bila Tuhan membiarkan mereka hangus di perapian yang menyala itu, mereka tetap mengasihi Tuhan. Mereka mengisihi Tuhan karena memang Dia adalah Tuhan yang layak menerima segala kasih, pujian, hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya

Apakah anda mengasihi Tuhan hanya karena semua doa anda dijawab? Apakah anda tetap mengasihi Tuhan bila doa anda tidak dijawab?