Pages

21 May 2018

Ketika Kita Ingin Kaya

Renungan Harian - Senin, 21 Mei 2018

Siapakah yang tidak ingin memiliki rumah yang bagus dan mewah beserta segala isinya? Siapa juga yang tidak ingin memakai pakaiah indah dan mahal serta mengendari mobil Jeep terbaru? Pastinya semuanya mau.

Tetapi sebagai orang percaya, kita perlu dan harus merenungkan bagian firman ini:

1 Timotius 6:7-10 (TB) Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Kalau Anda ditanya: mengapa sekolah? Agar dapat bekerja di tempat yang bagus. Mengapa ingin bekerja? Agar dapat uang. Ingin dapat gaji kecil atau besar? Besar. Mengapa ingin dapat gaji besar? Agar kebutuhan tercukupi (yang lebih jujur akan berkata agar kaya)

"Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan" bagian ini mengingatkan kita untuk memikirkan kembali tujuan kita terhadap uang/kekayaan. Karena alasan dan tujuan yang salah justru akan membuat kita terjatuh ke dalam pencobaan.

Mengapa Tuhan memberkati Abraham? Mari kita lihat alasan dan tujuannya:

Kejadian 12:3 (TB) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

DIBERKATI AGAT SEMUA KAUM DI BUMI MENDAPAT BERKAT

Kejadian 18:18 (TB) Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?

MENJADI BESAR DAN BERKUASA AGAR SEGALA BANGSA MENDAPAT BERKAT

Maka jelas sekali berkat (dalam konteks harta duniawi sekalipun) bukanlah semata-mata untuk kepuasan, kesenangan dan kebahagiaan kita sendiri) tetapi dengan semuanya itu kita menjadi berkat bagi semua suku, kaum dan bahasa.

Terakhir kita akan lihat seorang muda yang kaya raya ini "gagal paham" dengan berkat kekayaan yang ia terima.

Matius 19:21-22 (TB) Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Ia akhirnya meninggalkan Tuhan Yesus dan gagal mengikuti Dia. Jangan sampai kita juga akhirnya gagal mengikuti Dia karena kita "lebih berat" kepada harta kita untuk diri sendiri dan tidak mau menjadi berkat bagi orang lain sehingga mereka datang Tuhan Yesus.

Mengapa kita ingin kaya? Karena kita ingin menjadi pembawa berkat Tuhan terlebih lagi berkat keselamatan. Amin