Pages

04 May 2018

KUALITAS SEORANG PEMIMPIN

Renungan Harian - Keteladanan adalah sebuah kunci dalam kepemimpinan. Kepemimpinan yang sejati tidak hanya berbicara tentang seseorang yang menduduki sebuah posisi tertentu, tetapi sejatinya setiap orang adalah seorang pemimpin. Disadari atau tidak, orang-orang disekitar kita ketika berhubungan dengan kita, mengikuti kepemimpinan kita. Baik itu secara formal maupun informal, disadari atau tidak, seseorang sesungguhnya selalu memimpin seseorang untuk sesuatu hal.

Seorang guru disekolah jelas memimpin murid-muridnya melalui segala pengajarannya di kelas. Seorang gembala jelas memimpin setiap jemaat untuk semakin bertumbuh dalam pengenalan yang akan benar Allah. Seorang pemimpin diperusahaan jelas memimpin perusahaan untuk meraih sebesar-besarnya laba untuk perusahaan dan untuk itu sedemikian rupa memimpin setiap orang di dalam perusahaan untuk mencapai targetnya. Tetapi sekali lagi seorang pemimpin bukan hanya pemimpin yang demikian karena setiap orang pasti akan mempengaruhi orang lain.

Dalam hal apakah sebenarnya yang menjadi kualitas dasar seorang pemimpin? Paulus menegaskan kepada Timotius di dalam Timotius 4:12 bahwa dia tidak boleh menjadi patah semangat, minder, atau mundur oleh karena kemudaannya melainkan ia justru menunjukkan keteladanan kepemimpinan bagi orang-orang percaya. Paulus menegaskan 5 hal (dalam konteks ini) yang harus dapat diteladani melalui hidup dan kepemimpinannya yaitu perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucian.

"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" 1 Timotius 4:12

Menjadi teladan dalam perkataan berarti perkataan kita haruslah perkataan yang mendatangkan berkat bagi orang lain. Tidak seharusnya kita menggunakan mulut kita untuk menimbulkan pertengkaran, bergosip, membully, mengutuk orang lain, atau apapun yang justru menjadi batu sandungan bagi orang lain. Perkataan kita haruslah mengatakan kebenaran, menguatkan orang lain, dan membangun orang lain untuk semakin bertumbuh di dalam hidupnya.

Tingkah laku seorang pemimpin adalah hal yang paling mudah dilihat oleh orang lain. Seringkali perkataan yang baik dan membangun tetapi tidak disertai dengan tingkah laku yang sesuai justru juga menjadi batu sandung bagi orang lain. Itu tidak akan membuat orang lain semakin mengenal Tuhan tetapi sebaliknya membuat orang kehilangan gambaran yang benar akan orang yang hidup dalam kebenaran.

Seorang pemimpin haruslah memimpin dengan kasih. Kepemimpinannya tidak boleh digerakkan oleh cara-cara dunia dalam memimpin. Kasih tidak pernah dipisahkan dari anugerah, maka dengan anugerah Tuhan yang besar seorang pemimpin menyatakan kasih Allah melalui hidupnya.

Kesetiaan juga adalah hal penting dalam keteladanan. Kesetiaan kepada Tuhan diwujudnyatakan melalui kesetiaannya atas komitmen yang dibangun dan atas segala sesuatu dikerjakan.

Seorang pemimpin juga juga harus menjadi teladan atas kesucian. Dalam berbagai konteks kesucian seorang pemimpin harus mendemonstrasikannya. Kesucian dalam konteks seksual, kesucian dalam konteks moral dan terlebih lagi kesucian dalam konteks pikiran dan hasrat yang memang tidak terlihat oleh orang lain tetapi akan dapat dilihat melaliui tindakannya.

Lima kualitas keteladanan ini sesungguhnya telah diwujudnyatakan oleh Tuhan Yesus Kristus. Dia telah menjadi teladan melalui perkataannya, tingkah lakunya, kasihnya, kesetiaannya dan kesuciannya. Maka ketika setiap kita menjadi pemimpin bagi orang orang lain baik itu satu orang atau lebih banyak orang, kita sesungguhnya sedang menggambarkan Tuhan Yesus melalui keteladanan kita itu.

Pemimpin satu atau seribu orang, adalah pemimpin untuk membawa orang-orang pada pengenalan akan Tuhan Yesus