02 May 2018

MEMBUAT YESUS HERAN

Renungan Harian - Tidak banyak orang dapat membuat Yesus menjadi "heran" dengan iman yang besar. Salah satunya adalah seorang perwira yang datang pada-Nya untuk kesembuhan hambanya. Maka selain berbicara tentang kesembuhan, pada perikop ini kita juga akan melihat mengapa Yesus menjadi "heran" akan imannya yang besar itu.

Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan itu sudah pasti. tetapi kita akan melihat bahwa perwira ini percaya sungguh-sungguh kepada Yesus dan tidak ragu sedikitpun. Tuhan Yesus merespon dia dengan berkata bahwa Ia akan datang menyembuhkannya. Tetapi perwira itu justru "menolaknya" ia percaya bahwa Yesus berkuasa tidak terbatas jarak dan waktu, ia tidak "mengharuskan" Yesus untuk datang dan menumpangkan tangganya untuk kesembuhannya. Ia percaya bahwa dengan hanya mengatakannya saja, kesembuhand dapat terjadi.

Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita. Yesus berkata kepada: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata maka hambaku itu akan sembuh. Matius 8:6-8

"Katakan saja sepatah kata maka hambaku itu akan sembuh" sepatah kata dari Tuhan Yesus tentu bukan sembarang sepatah kata, sepatah kata-Nya tentu adalah sepata kata yang berkuasa. Sepatah kata-Nya adalah sepatah kata yang pasti akan terjadi dan tidak bisa tidak. Ini membuat "heran" Tuhan Yesus, iman yang percaya penuh dan tidak perlu harus datang dan menumpangkan tangan. Berbanding terbalik dengan kebanyakan kita orang kristen. Jika ingin didoakan, kita ingin ditumpangkan tangan, kita ingin dikunjungi dan didoakan. (tentu saja juga tidak salah, tetapi bila itu menjadi sebuah keharusan dan kalau tidak rasanya tidak pas, nah itu baru yang tidak tepat)

Perwira ini juga merendahkan dirinya di hadapan Tuhan Yesus. Sebagai perwira Romawi tentu sangat dipandang pada waktu itu, mereka adalah penguasa saat itu. Sehingga semua orang pasti akan tunduk padanya. Tetapi ia mengetahui bahwa Yesus lebih besar dari dirinya. tampaknya Ia telah mendengar banyak tentang Yesus dan menyimpulkan bahwa Yesus lebih besar darinya.

Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Matius 8:8

Kerendahan hati ini membuat Yesus heran, Dimana semua orang tentu lebih suka ditinggikan, dipandang terhormat, bahkan ingin lebih terhormat dari orang lain dan perwira ini memiliki kepantasan untuk dihormati dan dihargai, tetapi perwira ini memilih untuk merendahkan dirinya di hadapan Yesus. Benarlah firman Tuhan ini

"Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. Matius 23:12

Perwira ini percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan, tidak harus datang dan menumpangkan tangan, hanya sepatah kata saja akan menyembuhkannya. Dan perwira ini merendahkan dirinya di hadapan Tuhan sekalipun ia adalah seorang perwira Romawi yang pastinya minta dihormat dan dilayani, dan dua hal ini membuat Yesus heran padanya dan imannya yang besar. Dua hal ini menjadi kunci kesembuhan untuk hambanya yang sakit itu.