Pages

20 May 2018

Memilih Pasangan Hidup

Artikel Khusus - Minggu, 20 Mei 2018
Seorang gadis belia berkata "ih... siapa sih dia" terhadap seorang anak muda yang coba mendekatinya. Setelah semakin dewasa dan sedikit lebih matang, dia berkata "hmm..... siapa yah dia" terhadap seorang pria yang berniat menjadikannya kekasihnya. Akhirnya ketika usianya tidak lagi muda dan bahkan mendekati golongan tua, dia akan berkata "Siapa aja deh dia..." (tidak ada pilihan lagi yah...)

Ada yang berkata jangan milih-milih pasangan. Ini bisa benar tetapi juga bisa ngaco. Tentu saja kita harus memilih siapa yang akan menjadi pasangan kita, bahkan kita harus memilih dengan sangat bijak karena orang yang akan kita nikahi akan jadi orang yang akan bersama kita sampai akhir hidup kita. Maka jelas, kita justru tidak sembarangan dalam memilih pasangan hidup kita.

Tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana kita memilih pasangan kita? kriteria apa yang harus kita tentukan untuk menjadi pasangan kita? Ini pertanyaan sederhananya tetapi bila salah menjawab kita bisa berada dalam masalah pernikahan nantinya.

Pada umumnya, seorang pria atau wanita akan terlebih dahulu memilih berdasarkan ketertarikannya secara fisik. Seorang pria melihat apakah wanita yang ia dambakan itu memiliki bibir sensual, tubuh yang langsing dan sexy, ditambah dengan paras cantik bak artis terkenal. Demikian juga wanita akan melihat apakah pria itu memiliki tubuh yang atletis dan tidak gendut, tinggi dan tampan maksimal atau tidak.

Tentu saja tidak salah kita menaruh kriteria atau standar yang demikian. Siapa juga yang tidak akan mau kepada wanita yang cantik dan sexy atau pria tampan yang atletis. Tentu semua orang mendambakannya. Tetapi apakah itu yang dikejar sebagai kritertia utama?

Amsal 31:30 dan Amsal 11:22 mengingatkan kita hal ini:

Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. Amsal 31:30 Proverbs 31:30 Charm is deceptive, and beauty is fleeting; but a woman who fears the LORD is to be praised.

Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila. Amsal 11:22 Proverbs 11:22 A beautiful woman who lacks discretion is like a gold ring in a pig’s snout.

Dari Amsal ini, kita diingatkan agar hal-hal yang fisik tidak kita jadikan sebagai standar utama dalam menentukan pasangan hidup kita melainkan hal-hal yang rohani seharusnya menjadi kriteria utama kita. Maka kita harusnya melihat terlebih dahulu apakah ia pria/wanita yang mencintai Tuhan, takut akan Tuhan, hidup seturut dengan kehendak Tuhan dan apakah buah-buah roh tampak nyata dalam hidupnya sehingga dalam urusan rumah tangga seperti mengatur keuangan, mendidik anak dan lain sebagainya juga akan sesuai dengan standar firman Tuhan

Ini firman Tuhan yang dapat jadikan kriteria pria pendamping hidup

yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib. Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya. Titus 1:6-9 Titus 1:6-9 one who is blameless, the husband of one wife, having faithful children not accused of wildness or rebellion. For an overseer, as God’s administrator, must be blameless, not arrogant, not hot-tempered, not addicted to wine, not a bully, not greedy for money, but hospitable, loving what is good, sensible, righteous, holy, self-controlled, holding to the faithful message as taught, so that he will be able both to encourage with sound teaching and to refute those who contradict it.

Ini firman Tuhan yang dapat dijadikan kriteria wanita pendamping hidup

Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.

Titus 2:3-5 Older women likewise are to exhibit behavior fitting for those who are holy, not slandering, not slaves to excessive drinking, but teaching what is good. In this way they will train the younger women to love their husbands, to love their children, to be self-controlled, pure, fulfilling their duties at home, kind, being subject to their own husbands, so that the message of God may not be discredited.

Selamat mendoakan pria/wanita yang akan dijadikan pendamping hidup, pilihlah dengan bijaksana dan lihatlah standar firman Tuhan sebagai landasan dalam memilih.