Pages

14 May 2018

Mengatasi Kegentaran

Artikel Khusus - Senin, 14 Mei 2018
Menggantikan seorang pemimpin besar tentulah tidak mudah. Orang-orang pasti akan membanding-bandingkan dan berpikir bahwa seseorang yang menggantikan pemimpin besar itu layak atau tidak. Tidak hanya orang-orang akan membandingkan, diri sendiripun akan terjebak dengan hal yang sama - membandingkan diri sendiri dengan pemimpin sebelumnya. Hal ini dapat membuat kegentaran hati, takut dan kuatir jika akan mampu atau tidak meneruskan kepemimpinannya.

Tuhan mengetahui keadaan hati Yosua, berkali-kali Tuhan harus menguatkan hati Yosua yang dipilih-Nya untuk menggantikan hamba-Nya Musa. Yosua tahu benar tantangan serius yang akan dia hadapi memimpin bangsa Isarel yang Tuhan sendiri sebutkan sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Pengalamanya saat melaporkan hasil pengintaian tanah perjanjian memberikan gambaran jelas bangsa yang akan dia pimpin. Belum lagi melihat bagaimana Musa dengan luar biasanya memimpin Israel keluar dari Mesir dengan berbagai penyataan kuasa Allah yang maha dahsyat. Tentulah Yosua menjadi takut dan gentar menggantikan Musa sebagai pemimpin Isarel.

Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh banga ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Yosua 1:1-2

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini ... (ayat 6)

Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, ..." (ayat 7)

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, .... (ayat 9)

Yosua yang gentar sebagai penerus Musa pada akhirnya dimampukan Tuhan untuk melaksanakan panggilannya. Tuhan sendirilah yang menguatkan hati Yosua sehingga pada akhirnya bangsa Israel mendukungnya sebagai pemimpin Isarel.

sama seperti kami mendengarkan perintah Musa, demikianlah kami akan mendengarkan perintahmu... (ayat 17)

Kita juga tidak terluput dari ketakutan dan kegentaran dalam menghadapi segala sesuatu dalam kehidupan kita. Hati adalah pusat kekuatan kita, hati kecut dan tawar akan membuat kita menjadi orang-orang yang mundur dari segala tantangan. Namun kita juga tidak berdaya untuk menguatkan hati kita menjadi berani, tidak kecut dan tawar hati. Tuhan menguatkan hati Yosua, dan kita juga tidak berbeda dengan Yosua, kita membutuhkan Tuhan yang menguatkan hati kita, dengan mengetahui bahwa Tuhan menyertai kita dalam segala tantangan yang kita hadapi, hati kita menjadi kuat.

Jika Tuhan yang menguatkan hati kita, maka kuatlah hati kita dan dengan hati yang kuat, yang tidak kecut dan tawar hati kita akan mampu mengatasi segala tantangan kehidupan kita dan tampil sebagai pemenangnya.