Pages

18 May 2018

MENJADI KELUARGA ALLAH

Renungan Harian - Jumat, 18 Mei 2018
Orang-orang percaya menjadi satu sebagai keluarga Allah. Paulus mengingatkan bagaimana setiap orang seharusnya hidup sebagai keluarga Allah yaitu saling menopang.

1 Timotius 3:15 (TB) Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

Sebagai keluarga Allah, kita tidak bisa hidup sendiri dan bertumbuh sendiri, kita seharusnya saling menopang dan bertumbuh bersama-sama. Keluarga Allah yang saling menopang akan bersukacita bersama suadaranya yang bersukacita dan berduka bersama saudaranya yang berduka. Bukan berduka ketika melihat saudaranya bersukacita dan bersukacita ketika sudaranya berduka.

Ketika saudara kita tampil dengan talenta dan karunia yang lebih dari kita, sebagai keluarga Allah kita seharusnya semakin mendukungnya untuk terus maju tanpa merasa tersaingi atau berpikir kita yang seharusnya pada posisi itu.

Ketika saudara kita bergumulk untuk hidup dan melayani Tuhan dengan benar, sebagai keluarga Allah kita tidak seharusnya semakin memojokkannya jatuh terpuruk melainkan bersama-sama menolongnya untuk hidup dan melayani Tuhan dengan benar.

Sebagai keluarga Allah, kita seharusnya menolong suadara kita yang membutuhkan pertolongan sehingga ia juga menikmati kemenangan Allah melalui hidup kita. Bukan justru menjatuhkan mereka sehingga mereka akhirnya meninggalkan Tuhan dan keluarga Allah.

Sebagai keluarga Allah yang saling menopang, kita akan menjaga perkataan kita terhadap satu sama lain. Tidak membicarakan satu sama lain yang justru akan menjatuhkan mereka.

Keluarga Allah seharusnya menjadi rumah bertumbuh bagi setiap orang untuk semakin mengenal Allah yang penuh kasih.