Pages

28 May 2018

Menyadari Siapa Pencipta

Renungan Harian - Senin, 28 Mei 2018
Mobil Ferarri yang mewah, siapakah penciptanya? Boneka Barbie yang digemari anak-anak perempuan, siapakah penciptanya? TV yang menghibur kita di rumah diwaktu senggang, siapakah penciptanya? Apakah kita mengetahui bahwa siapa penciptanya semuanya itu?

Mungkin kita tidak tahu siapa penciptanya tetapi kita bangga menaiki Ferarri, menyenangkan anak-anak perempuan kita dengan boneka barbie dan puas menghibur diri kita dengan TV diwaktu senggang kita. Kita tidak perduli siapa penciptanya, yang penting kita puas, senang, bahagia, dan bangga memiliki dan menikmatinya semuanya itu.

Tanpa disadari, hal yang sama terjadi dengan diri kita. Kita tidak tahu siapa pencipta kita, bahkan tidak perduli siapa pencipta kita karena fokus kuta adalah diri kita sendiri. Apa yang menyenangkan kita, apa yang memuaskan kita, apa yang membahagiakan kita dan sebagainya. Kita tidak perduli siapa pecipta kita, yang kita perdulikan adalah diri kita sendiri.

Dibalik mewahnya mobil Ferrari, ada Enzo Ferrari. Dibalik boneka Barbie ada Ruth Handler. Dibalik TV yang menghibur kita ada John Logie (salah satu pencipta). Tahukah kita, dibalik kita, ada Tuhan sang pencipta kita.

Efesus 2:10 (TB) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Bila kita tidak perduli siapa pencipta Ferrari, Barbie maupun TV, tampaknya tidak akan berpengaruh apa-apa. Kita tetap dapat menikmatinya semuanya itu. Tetapi kita tidak bisa tidak perduli terhadap siapa pencipta kita. Semakin hari kita harus semakin mengenal Dia dan memuliakan Dia. Roma 1:21 (TB) Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.