Pages

08 May 2018

PERLAKUAN ALLAH YANG UNIK

Renungan Harian - Setiap kita diciptakan sebagai pribadi-pribadi yang unik. Tidak ada satupun kita yang benar-benar sama baik itu secara fisik maupun kepribadian. Ini menunjukkan Allah pencipta yang begitu kaya akan kreatifitas dalam segala maha karya-Nya.

Dalam kisah "Anak Yang Hilang" kita dapat melihat dua kepribadian anak yang unik dan atas kepribadian yang unik tersebut, si ayah juga memberikan perlakuan yang berbeda, tidak sama bagaimana ayah mendidik mereka. Ketika si bungsu telah menghabiskan dan menyia-nyiakan segala harta yang telah diberikan kepadanya, si ayah meresponnya dengan sebuah sambutan yang besar, dengan sebuah pesta dan dengan kasih, belas kasihan, pengampunan, penerimaan yang mana semua perbuatannya "tidak mempengaruhi" kasih si ayah kepadanya.

Melihat hal itu, si sulung merasa tidak dikasihi sebagai mana mestinya. Dia merasa ayahnya telah lebih mengasihi si bungsu daripada dirinya. Padahal ia merasa tidak berlaku seperti adiknya. Ia selama ini selalu berusaha menjadi anak yang baik bagi ayahnya, tetapi ia justru tidak pernah merasa diperlakukan special seperti si bungsu yang mendapat sambutan special sekalipun telah menghabisi hartanya.

Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Lukas 15:28-32

Si sulung merasa kecewa, pahit, marah dan tidak terima atas perlakukan ayahnya tetapi ia telah salah menilai si ayah karena si ayah sesungguhnya mengasihi mereka berdua dengan kasih yang sama tetapi memberikan pendekatan yang berbeda atas kepribadian mereka yang unik itu.

Hal yang sama dengan kita, kepada setiap kita Tuhan telah memiliki pendekatan yang unik, berbeda bagi setiap kita yang unik. Tuhan tidak memberikan dan memperlakukan kita sama satu dengan yang lain namun tetap dengan kasih, belas kasihan, pengampunan, penerimaan dan perkenanan yang sama atas kita semua. Bila Tuhan memberkati orang lain dengan "A" jangan kita berharap kita akan diberkati dengan "A" Tuhan bisa saja memberkati kita dengan "B" atau "C" intinya, Dia akan memberkati kita tetapi dengan berkat yang berbeda-beda bagi kita semua.

Kasih-Nya sempurna bagi kita dan berkat-Nya selalu tersedia bagi kita tetapi Dia akan selalu memberkati dengan cara-Nya yang unik bagi setiap kita pribadi yang unik ciptaan-Nya. Kita ciptaan-Nya, Dia jauh lebih mengenali kita dibanding diri kita sendiri. Dia lah yang tahu berkat apa yang terbaik dan sesuai untuk kita. Kita tidak perlu menjadi iri dan mengingini berkat-Nya atas orang lain, Dia telah menyediakannya khusus bagi kita.