Pages

03 May 2018

TETAP MENJADI BERKAT

Renungan Harian - Ketika kehidupan kita baik-baik saja dan ketika segala sesuatunya berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, mungkin kondisi seperti ini akan mendorong kita untuk dapat melayani Tuhan. Kita akan mudah untuk menjadi saksi Tuhan, mengisahkan perbuatan-perbuatan-Nya yang dahsyat dan ajaib. Pertolongan-pertolongan dan penyertaan Tuhan yang menakjubkan akan begitu mudahnya keluar dari mulut kita.

Tetapi bagaimana bila keadaan yang sebaliknya kita alami? Apakah kita tetap dapat menjadi saksi Tuhan? Dapatkah tetap menjadi berkat dan memuliakan Dia? Ataukah kita justru mempertanyakan Tuhan yang kita saksikan tadi, Tuhan yang kita muliakan tadi? Paulus menjadi salah satu contoh yang luar biasa bagaimana ia tetap menjadi berkat, tetap menjadi saksi Tuhan, tetap melayani dan memuliakan Tuhan sekalipun ia dalam keadaan yang sangat tidak baik.

Paulus dipenjarakan karena Kristus bukan karena kesalahan atau dosanya tetapi memang karena dan demi Kristus ia dipenjara. Tetapi dari dalam penjara, Paulus justru tetap melayani Tuhan. Ia menulis surat-surat untuk jemaat, ia justru menguatkan semua jemaat sekalipun ia sendiri justru orang yang perlu dikuatkan.

Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.... Efesus 4:1

Penjara tidak membuatnya mengeluh, penjara tidak membuatnya mempunyai alasan untuk mempertanyakan pertolongan, perlindungan dan penyertaan Tuhan, penjara tidak membuat dia berhenti untuk menjadi berkat bagi orang, untuk bersaksi akan Tuhan. Sebagian besar kitab perjanjian baru adalah surat-surat yang ditulis Paulus dari dalam penjara, yang menguatkan jemaat-jemaat yang menerimanya dan terlebih lagi menguatkan kita semua umat-Nya yang percaya.

Keadaan kita, seperti apapaun, janganlah kita biarkan menjadi alasan untuk mempertanyakan Tuhan terlebih lagi menyalahkan Tuhan. Keadaan kita, seperti apapun, janganlah membuat kita berhenti untuk menjadi berkat. Hendaklah kita juga tetap menjadi saksi-Nya dan memuliakan Dia. Tetaplah percaya bahwa seburuk apapun keadaan kita, Tuhan tetap ada bersama kita, Ia tetap menjadi Tuhan yang menyelamatkan kita. Ia bukan Tuhan yang gagal, Ia adalah Tuhan yang tidak dapat gagal dalam hidup kita. Kitalah yang dapat gagal, kita gagal melihat bahwa Ia tidak pernah gagal dan tidak dapat gagal dalam hidup kita.