Pages

17 June 2018

10 Hal Yang Tidak Disukai Suami bila dilakukan Isteri

Artikel Khusus - Pernikahan bahagia tentu menjadi impian semua orang. Tetapi untuk bahagia tentulah tidak mudah karena pernikahan adalah bersatunya dua pribadi yang benar-benar berbeda; berbeda secara natural pria dan wanita, berbeda hati dan perasaan, berbeda cara pandang, berbeda keinginan dan berbeda dalam banyak hal. Sebab itu untuk bahagia tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun bukan berarti tidak mungkin, dua orang berbeda hanya bisa menjadi satu ketika keduanya menyatukan diri dalam kebenaran yaitu firman Tuhan. Hanya di dalam kebenaran firman Tuhan dua insan yang benar-benar berbeda itu dapat menjadi satu.

Dengan berlandaskan kebenaran firman Tuhan, mari kita melihat 10 hal yang tidak sukai suami bila dilakukan oleh isteri

Pertama, seorang suami tidak akan suka bila isterinya merendahkan dia di depan umum

Tentu saja tidak ada suami yang sempurna, masih tetap bisa melakukan kesalahan, baik itu kesalahan kecil maupun besar. Tetapi bila isteri mengurnya atau membeberkan kesalahan itu di depan umum, tentu suami tidak akan menyukainya. Suami akan merasa direndahkan, tidak dihargai dan tidak dihormati. Suami akan merasa dipermalukan, termasuk bila dilakukan di depan anak-anak. Seorang suami yang adalah ayah bagi anak-anak, memang seharusnya tampak hebat di depan anak-anaknya agar mereka justru tidak mengagumi ayah orang lain.

Demikian prinsip firman Tuhan bila kita ingin menegor atau membicarakan kesalahan suami Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Matius 18:15

Kedua, seorang suami tidak akan suka bla terus diungkit-ungkit kegagalan atau kisah hidup masa lalu.

Seorang suami yang berbuat salah di masa lalu, atau katakanlah minggu lalu, maka seharusnya hal itu sudah selesai. Bila kemudian terjadi masalah yang lain dan isteri kembali mengungkit hal-hal yang lalu kepermukaan, maka suami tidak akan suka hal ini. Bagi suami, hal yang sudah selesai maka itus seharusnya selesai dan bila ada konflik yang lain maka hal itu seharusnya tidak perlu dibicarakan lagi, terlebih lagi bila konflik baru ini tiak berkaitan dan hal yang lalu tersebut. Konflik hari ini maka harus diselesaikan sebagai konflik hari ini dan tidak perlu membawa konflik masa lalu yang sudah selesai dan konflik hari ini yang sudah selesai juga jangan dibawa lagi saat terjadi konflik di masa yang akan datang.

Demikian prinsip firman Tuhan berkaitan dengan konflik yang sudah selesai (masa lalu) Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, (Filipi 3:13)

Ketiga, seorang suami tidak suka bila langsung dibombardir dengan berbagai masalah atau keluhan saat baru pulang bekerja.

Suami yang baru pulang bekerja tentu akan begitu lelah secara fisik. Terlebih lagi di dalam pekerjaannya juga telah terjadi berbagai konflik atau masalah yang menguras segala energi dan pikirannya. Suatu hari yang keras dan berat telah dilaluinya di kantor dan saat pulang tentu sebuah pelukan dan ciuman yang hangat akan menghacurkan semua kepenatan dan beban berat dari tempatnya bekerja. Tetapi bila baru tiba dipintu dan isteri langsung memborbardirnya dengan berbagai masalah atau laporan tentang anak yang nakal, nilai yang buruk, masalah air mati, kompor yang rusak dan lain sebagainya, maka hal itu sangat tidak disuaki suami. Sambutlah dulu dengan pelukan dan cium, berikan air dingin atau hangat kesukaannya, segelas juice juga akan sangat menolong. Ungkapkanlah betapa senangnya engkau melihat suamimu pulang dan tanyakanlah keadaannya, perasaannya, dan sebagainya yang akan membuat dia melupakan semua permasalahan di kantornya.

Demikian prinsip firman Tuhan bagaimana seharusnya seorang isteri menyambut suaminya. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." Matius 10:42

Keempat, seorang suami tidak suka bila harus mendampingi isterinya dengan cara yang sama seperti seorang teman perempuannya.

seorang pria memang jelas berbeda dengan seorang wanita. Seorang pria tidak suka berlama-lama di salon (tempat pangkas rambut), juga tidak akan terlalu lama membeli suatu barang keperluannya di mall, seorang pria akan langsung pada tujuannya dan langsung membelinya tanpa pikir panjang. Seorang wanita tentu sangat berbebeda, seorang wanita pada umumnbya akn suka sekali berlama-lama di mall, berputar-putar mencari barang yang ingin dibelinya. walaupun kadang akhirnya kembali ke toko yang semula, tetapi memang kesenangannya untuk mengelilingi seluruh mall untuk mencari barang ingin dibelinya. Bagi seorang suami, biasanya ini adalah hal yang berat baginya. Bila isteri akan menikmatinya, suami justru akan sangat menderita akan hal ini, dan tentu saja suami tidak menyukai hal ini. Biarlah seorang suami menjadi laki-laki dan memang berbeda dengan wanita, maka lakukanlah hal-hal "kewanitaan" dengan teman wanita dan jangan terlalu berharap banyak dengan suami untuk melakukannya, itu tidak menyenangkan baginya.

Kelima, seorang suami tidak suka bila isteri bermain teka-teki.

Seorang isteri, mungkin karena sifat alaminya, menginginkan suaminya otomatis tahu apa yang diharapkan atau diminta oleh si isteri. Tentu saja ini sangat menyulitkan suami. Bukan berarti suami tidak mengasihi isterinya bila suami tidak tahu bahwa saat-saat tertentu ingin diperlakukan sedemikian rupa oleh suaminya atau suaminya memberikan/nge-treat isterinya dengan sesuatu. Suami tidak selalu tahu dan tidak selalu bisa. Maka sebaiknya isteri tidak menggunakan senjata "Bila dia memang mencintaiku, dia seharusnya tahu bahwa saya ingin ...." Hentikanlah ini, katakan saja apa yang engkau inginkan dari suamimu, suami sulit "bermain tebak-tebakan" seperti itu. Mungkin ada suami yang begitu peka terhadap segala kebutuhan isterinya, tapi tampaknya tidak untuk suami secara umum.

Berikut adalah landasan firman Tuhan yang berkaitan dengan menyatakan keinginan dan kerinduan kita.

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Filipi 4:6

Keenam, seorang suami tidak akan senang bila diperlakukan seperti anaknya.

Laki-laki memang jelas berbeda dengan wanita. Bila wanita akan sangat rapih dan menata segala sesuatunya dengan baik, laki-laki tidaklah sebaik itu (setidaknya secara umum). Maka bila suami itu membuka lemari dan terkadang lupa menutupnya kembali bukan karena dia sengaja ingin membuat isteri marah atau bila suami juga lupa menutup kembali tutup toilet setelah buang air, dia juga tidak bermaksud membuat anda para isteri menjadi kesal. Memang demikianlah para suami, tidak selalu bisa memenuhi harapan isteri dalam hal-hal kecil seperti itu. Namun bila isteri meresponinya dengan marah-marah dengan nada marah-marah seorang ibu kepada anaknya, maka suami sangat sangati tidak menyukainya. Memang suami salah dalam hal itu, tetapi sebaiknya membicarakannya dan m mengingatkannya dengan cara baik dan bijak. Bila mengulanginya lagi, bicarakan lagi dan ingatkan lagi sampai akhirnya suami akan menjadi lebih baik di area itu.

Ketujuh, seorang suami tidak senang bila mendiskusikan sesuatu yang berpotensi menjadi konflik pada larut malam.

Dalam kehidupan rumah tangga tentu mengalami berbagai kesulitan dan masalah. Baik itu dengan anak-anak, keluarga besar, maupun dalam relasi suami-isteri sendiri. Namun bila hal-hal tersebut akan didiskusikan dan diskusi itu sepertinya akan berpotensi menjadi konflik besar (pertengkaran) karena perbedaan pandangan dan pendapat, maka suami sangat tidak bila hal seperti itu dibahas pada larut malam. Jauh lebih baik untuk membicarakannya pada saat petang (bila harus pulang kantor dulu) atau justru dilakukan pada esok paginya. Suami dan isteri sesungguhnya sama-sama membutuhkan istirahat yang cukup dan baik, maka konflik tengah malam akan menghancurkan istirahat tersebut.

Kedelapan, seorang suami tidak senang bila dibanding-bandingkan dengan orang lain (apalagi suami orang lain atau mantan)

Mungkin suami Anda bukanlah seorang yang sangat rohani seperti seseorang yang Anda kenal atau bahkan mantan Anda. Atau mungkin juga suami Anda itu tidak memperlakukan Anda seperti suami orang lain yang Anda pandang sangat luar biasa menyatakan cinta kasihnya kepada isterinya. Jangan pernah membandingkan suami Anda dengan mereka, jangan berkata bahwa Anda ingin suami Anda seperti suami tetangga apalagi seperti mantan Anda. Itu sangat menyakitkan dan membuatnya sangat tidak senang. Anda harus mensyukuri suami Anda atau Anda justru akan tergoda untuk selingkuh dengan seorang yang menurut Anda "sempurna." Pasti suami Anda tetap memiliki kelebihan dibanding orang lain, Anda hanya perlu fokus dengan hal itu dan bukan pada kekuarangannya. Hargai dan syukurilah suami Anda apa adanya.

Kesembilan, seorang suami sangat tidak senang bila isteri diam seribu bahasa.

Bila isteri memilih untuk "menghukum" suaminya dengan berdiam diri dan tidak mau berbicara, maka sesungguhnya isteri tidak sedang menghukum suaminya tetapi menghukum keduanya. Berdiam diri dan tidak mau bicara adalah "hukuman" yang tidak membangun namun justru akan sangat menghancurkan. Jauh lebih baik justru membicarakannya dan menemukan solusinya, bukan dengan berdiam diri seribu bahasa, itu tidak akan memecahkan masalah justru menambah masalah baru. Suamimu bukanlah musuhmu, maka tidak perlu ada "silent night"

Kesepuluh, seorang suami sangat tidak senang bila hubungan intim dijadikan hukuman

Hubungan intim adalah sebuah karunia yang indah dari Tuhan bagi suami isteri. Ini adalah pernyataan kasih secara fisik maka seharusnya seorang isteri tidak menahan diri dari hal ini sebagai hukuman bagi suami. Seorang isteri sebaiknya tidak menolak hubungan intim ini dengan maksud menghukum suaminya melainkan harus saling memenuhi hasrat cinta kasihnya (sekalipun sedang ada konflik, hubungan intim terkadang menolong untuk "mencairkan" suasana). Hubungan intim boleh tidak dilakukan hanya bila suami isteri sepakat melakukannya karena suatu hal, tetapi jika tidak ada kesepkatan maka suami/isteri janganlah menolak hubungan intim itu apalagi menjadikannya sebagai hukuman.

Berikut adalah firman Tuhan berkaitan dengan hubungan intim antara suami dan isteri

Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. 1 Kor 7:3-5