Pages

15 June 2018

Bertumbuh dan Berbuah Melalui Firman-Nya

Renungan Harian - Jumat, 15 Juni 2018. Bertumbuh dan Berbuah Melalui Firman-Nya
Apakah yang paling diharapkan seorang petani dari benih yang ditanamnya? Pastilah ia berharap agar benih yang ditanamnya itu bertumbuh dan berbuah sehingga ia dapat bersukacita dan menikmatinya. Tanpa adanya benih yang ditabur, tidak akan ada yang akan bertumbuh dan berbuah, sehingga tidak ada juga yang akan dapat dinikmati.

Tuhan memberikan perumpamaan bagaimana seorang percaya dapat bertumbuh dan menghasilkan buah. Seorang percaya tidak dapat tidak ditaburi oleh benih yaitu firman Allah. Bagaimana agar benih itu benar-benar dapat tumbuh dan berbuah tergantung bagaimana kita menjadi tanah yang ditaburi oleh benih itu.

Benih, yaitu firman Allah itu, tidak akan dapat bertumbuh dan berbuah jika kita membiarkan iblis mengambil firman itu sehingga kita tidak menjadi percaya atas firman Allah yang ditaburkan itu. Ketika firman Allah yang ditaburkan bahwa Ia adalah Tuhan yang menyembuhkan dan kita membiarkan iblis mengambilnya dengan perkataannya “Engkau tidak mungkin dapat disembuhkan” kita menjadi tidak percaya kepada firman Allah itu sehingga kita tidak diselamatkan.

Benih, yaitu firman Allah itu, tidak dapat bertumbuh dan berbuah jika kita membiarkan pencobaan hidup, kekuatiran menang dalam hidup kita. Kehidupan orang percaya tidak berarti akan selalu baik tetapi tidak juga akan selalu buruk. Baik itu keadaan baik maupun buruk, yang terpenting adalah penyertaan Tuhan itu nyata bagi kita.

Benih, yaitu firman Allah itu, dapat bertumbuh dan berbuah jika kita menyimpan firman Allah itu dalam hati, merenungkannya siang dan malam, hidup seturut dengan firman Allah. Dengan demikian, kita akan menjadi orang percaya yang kuat dan menghasilkan buah untuk hormat dan kemuliaan-Nya.