Pages

03 June 2018

Memandang Perceraian Dalam Keluarga Kristen

Artikel Khusus - Kita mendengar perceraian di tengah-tengah keluarga kristen terjadi hari-hari ini, Bagaimanakah kita menyikapinya?

Pertama, kita pasti tidak setuju dengan hal itu karena kita tahu bahwa Tuhan membenci perceraian. Tetapi sesungguhnya, Tuhan itu tidak hanya membenci perceraian tetapi setiap dosa sekecil apapun Tuhan juga membencinya. Lalu bagaimana memandang perceraian itu? Tentu saja itu masih bisa terjadi karena dua orang yang menikah itu juga adalah dua orang yang sama-sama berdosa dan rentan untuk bercerai.

Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat! Maleakhi 2:16

Kedua, kita pasti menduga bahwa pasti telah terjadi perselingkuhan. Salah satu dari suami atau isteri pasti telah berselingkuh atau lebih tepatnya berzinah sehingga terjadi perceraian karena Alkitab mengakatan bahwa perceraian dapat terjadi karena zinah. Tetapi sesungguhnya sekalian Tuhan mengatakan demikian, Tuhan juga mengatakan kepada kita untuk mengampuni, bukan hanya mengampuni saudara kita bahkan kita juga harus mengampuni musuh kita. Berapa kali kita harus mengampuni? Tujuh kali tujuh kali, artinya tidak terbatas seperti Tuhan Yesus mengampuni kita tidak terbatas. Maka sesungguhnya sekalipun telah terjadi perselingkuhan atau perzinahan kita harusnya mengampuninya dan bukan menceraikannya sekalipun kita dapat menceraikannya karena zinah.

Matius 5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Matius 19:9Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

Ketiga, kita pasti tidak percaya karena pasangan yang bercerai itu adalah sama-sama hamba Tuhan. Fakta adanya para hamba Tuhan bercerai jelas ada dan sekali lagi kita seharusnya semakin menyadari bahwa memang tidak ada satu pun orang sekalipun disebut hamba Tuhan akan luput atau kebal dosa dan juga perceraian. Alkitab mengatakan, sebuah keinginan yang besar di dalam daging kita ini membuat kita dapat dipikat dan diseret untuk mengikuti kemauannya sehingga kita berdosa dan dalam konteks pernikahan, pasangan hamba Tuhan pun dapat jatuh ke area ini. Sebab itu, siapapun kita sesungguhnya harus benar-benar bergantung kepada Tuhan agar kita dapat hidup dalam kekudusan dan berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan karena iblis tahu kelemahan-kelemahan kita dalam keinginan berdosa di dalam diri kita.

1 Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Yakobus 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Keempat, kita mungkin berkata bahwa pasangan yang bercerai itu tidak benar-benar cinta Tuhan Dari poin ketiga di atas, kita tahu benar bahwa para hamba Tuhan pun ada yang bercerai atau gagal dalam mempertahankan keluarganya. Mulai dari hamba Tuhan kelas dunia, nasional maupun kampung, ada hamba-hamba Tuhan yang bercerai. Sekali lagi masalahnya bukan karena mereka tidak cinta Tuhan atau tidak tetapi justru karena mereka lebih cinta diri mereka sendiri, lebih menuruti keinginan mereka sendiri, tidak puas dan tidak benar-benar bersyukur dengan keberadaan pasangannya dan tentu saja karena keinginan dosa yang terus mengintipnya dan ketigak tidak sungguh-sungguh berjaga maka jatuhlah mereka dalam perceraian.

Matius 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Efesus 6:18 "dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Hal yang perlu kita ingat:

Tuhan membenci perceraian tetapi Tuhan juga membenci setiap dosa, sekecil apapun dosa itu. Jadi jangan menganggap perceraian adalah dosa terbesar

Tuhan mengampuni dosa membunuh, mencuri, memfitnah, penzinah dan lain sebagainya maka Tuhan juga pasti mengampuni orang yang bercerai

Tuhan memulihkan para penjahat, perampok, orang-orang bejat dan lain sebagainya maka Tuhan juga pasti memulihkan orang yang bercerai

Orang yang bercerai bukan karena ia bukanlah orang yang cinta Tuhan melainkan orang cinta diri sendiri, keinginan diri sendiri dan tidak pernah benar-benar bersyukur dengan keberadaan pasangannya

Siapaun bisa jatuh kedalam dosa, termasuk perceraian. Maka berjaga-jagalah dan berdoalah senantiasa.