Pages

28 June 2018

Menguasai Emosi Diri

Renungan Harian - Kamis, 28 Juni 2018
Menguasai Emosi Diri

Musa dipilih dan dipanggil Tuhan untuk memimpin umat Tuhan Israel keluar dari Mesir. Bukan dengan proses yang biasa-biasa melainkan dengan penyataan kuasa dan mujizat Tuhan yang supernatural.

Melalui Musa Tuhan menyatakan kuasa-Nya dengan mendatangkan 10 tulah di Mesir, membelah laut Teberau dan umat Tuhan Israel berjalan di dasarnya, mendatangkan makanan yang tidak perlu diusahakan lagi, penyertaan Tuhan yang begitu nyata secara jasmani melalui tiang awan dan api. Dan masih banyak kuasa dan mujizat Tuhan yang sungguh nyata bagi Musa dan Israel.

Namun sangat disayangkan kalau akhirnya Musa yang dipilih, dipanggil dan disertai Tuhan untuk memimpin umat Tuhan Israel keluar dari Mesir untuk masuk tanah perjanjian, Musa sendiri tidak masuk ke tanah perjanjian tersebut.

Musa gagal menguasai dirinya sendiri, menguasai emosinya. Ketika umat Tuhan Israel bersungut-sungut karena tidak ada air, Musa menjadi emosi dan tidak dapat menguasainya sehingga bukannya ia cukup memperkatakan saja kepada batu agar keluar air, Musa malah memukulnya sampai dua kali. Meskipun air tetap keluar, tetapi hal itu membawa dampak yang buruk bagi Musa.

Bilangan 20:11-12 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."

Menguasai diri sendiri, menguasai emosi sangatlah penting agar kita dapat bertindak sesuai dengan hikmat bijaksana dan kehendak Tuhan. Jika tidak, kita dapat belajar dari Musa yang tidak dapat menguasai emosinya sehingga ia sendiri tidak masuk ke tanah perjanjian Tuhan, Kanaan, negeri yang berlimpah susu dan madunya.

Kuasaialah dirimu, kuasailah emosimu sehingga engkau bertindak dan berkeputusan dengan benar sesuai kehendak Tuhan.