Pages

06 July 2018

Dimanapun Tetap Muliakan Allah

Renungan Harian - Jumat, 6 Juli 2018
Dimanapun Tetap Muliakan Allah

Saat kita bersekolah di SMA kita berpikir dengan baik jurusan apa yang akan diambil, IPS atau IPA, karena akan menentukan jurusan yang dapat diambil sewaktu berkuliah kemudian. Dan saat akan masuk kuliah kita berpikir lebih keras lagi fakultas dan jurusan apa yang akan diambil yang akan menentukan dunia kerja yang akan kita masuki. Kita tentu ingin pekerjaan yang baik dan penghasilan yang juga sangat baik. Tidak hanya sekedar bekerja, kita pasti ingin mencapai jenjang karir yang fantastis bahkan menduduki top position.

Yusuf juga bermimpi berada di top position tetapi perjalanannya sungguh meyakinkan akan menuju mimpi itu.

Dijual menjadi kepada kaum Ismael dan memperdagangkannya sebagai budak. Sepertinya pupus sudah mimpi berada pada top position. Menjadi budak di rumah potifar sungguh bukan harapannya dan bukan harapan semua orang. Tapi posisi sebagai budak ini bukanlah alasan untuk tidak melakukan yang terbaik dan memuliakan Allah melalui "pekerjaannya" ini. Sebagai budak di rumah potifar, ia tetap melakulan yang terbaik dan Tuhan dimuliakan melaluinya.

Kejadian 39:3-4 (TB) Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

Menjadi seorang budak, putus harapan berada top position, dan lebih lagi Yusuf bahkan dimasukkan kedalam penjara. Berada dipenjara, menjadi tahanan raja dan "bersalah kepada raja" sungguh-sungguh semakin membunuh mimpinya. Tetapi Yusuf kembali "menjadi tahanan yang unggul" sekalipun di dalam penjara ia tetap berkarya dan memuliakan Allah. Penjara tidak menjadi alasan ia tidak melakukan yang terbaik dan tidak memuliakan Allah.

Kejadian 39:21-22 (TB) Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.

Akhirnya, Tuhan mengangkatnya pada top position yang dinyatakan Tuhan melalui mimpinya. Apa yang dijanjikan Tuhan tidak akan pernah digenapinya. Dan yang terutama adalah apakah kita tetap memuliakanlah ketika kita sampai pada top position itu? Sebagai budak, Yusuf melakukan yang terbaik dan Tuhan dimuliakan. Di dalam penjara Yusuf juga melakulan yang.terbaik dan Tuhan dimuliakan. Lebih lagi, Yusuf berada pada top position ia melakukan yang terbaik dan Tuhan dimuliakan.

Kejadian 41:39-41 (TB) Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."

Jangan tunggu berada pada top position, sejak berada posisi "terendah" sekalipun, lakulanlah yang terbaik dan apapun posisi kita, kita tetap dapat memuliakan Allah. Allah tidak dimuliakan hanya karena kita berada top position, pada lowest position sekalipun Tuham tetap dapat dimuliakan.