Pages

11 July 2018

Kisah Tiga Raja Hizkia Manasye dan Yosia

Renungan Harian - Seorang raja yang bernama Hizkia hidup benar di hadapan Tuhan namun suatu hari ia jatuh sakit. Dia berdoa dengan sungguh-sungguh dan mencucurkan air matanya. Tuhan mendengarkan doanya dan melihat air matanya dengan memperpanjang umurnya 15 tahun.

Manasye menggantikan Hizkia yang meninggal sesuai ketetapan Tuhan akan perpanjangan umurnya. Namun Manasye memerintah dengan sangat jahat di mata Tuhan. Dia melakukan pengorbanan membakar anaknya saya kepada dewa molok. Hal ini dilakukan oleh seluruh pegawai istana dan juga seluruh rakyat. Manasye bahkan menunjuk dukun dan dia sendiri juga menjadi dukun.

Sebuah pelajaran penting dari hal ini adalah seandainya Hizkia mati oleh karena sakitnya dan tidak diperpanjang umurnya, Manasye tidak akan lahir sehinggan tidak akan menjadi raja yang jahat. Maka kita perlu berhati-hati dengan berkat atau mujizat yang kita minta. Bukan berarti kita tidak boleh meminta kepada Tuhan, justru kita memang harus meminta kepada Tuhan karena itu berarti kerendahan hati di hadapan Tuhan. Kunci penting kita meminta berkat dan mujizat adalah berserah kepada Tuhan dengan berkata "bukan kehendakku, tetapi kehendak-Mu yang jadi" dan tidak "memaksakan" kehendak kita.

Manasye akhir bertobat setelah ia ditangkap dan direndahkan sedemikian rupa oleh Asyur yang menaklukkannya. Ia kembali menjadi raja karena pertobatannya dan memerintah selama 55 tahun. Saat kematiannya, tidak seorangpun yang menangisi kematiannya dan anaknya, Amon (yang luput dari pengorbanan yang dilakukan Manasye) menggantikannya menjadi raja namun melakukan yang jahat seperti bapanya. Diapun mati dan tidak ada juga yang menangisi kematiannya.

Yosia anaknya Amon pada usia 8 tahun menjadi raja dan ia sungguh-sungguh mencari wajah Tuhan (tidak mengikuti kakek dan bapanya yang jahat). 2 Taw 34:3. Usia 12 tahun ia menjauhkan dosa nenek moyangnya, segala sesuatu yang bertentangan firman Tuhan. Usia 18 tahun ia memperbaiki rumah Tuhan dan ia rindu agar setiap orang membaca/mendengar firman Tuhan. 2 Taw 34:8-14. Kita umat Tuhan harus rindu untuk membaca alkitab, 1x seminggu tidaklah cukup, kita harus membacanya setiap hari.

Ketika Yosia meninggal, tidak seperti Hizkia dan Amon yang meninggal tanpa ada yang menangisi, seluruh bangsa menangisi kematian Yosia.

Apakah hidup kita menjadi berkat? atau menjadi "bencana" bagi orang lain?