Pages

08 July 2018

Mengkaji Posisi Sex Suami Isteri

Artikel Khusus - Pernahkan Anda merenungkan seperti apakah seharusnya posisi sex dalam pernikahan Kristen? Apakah kita bebas melakukannya dalam berbagai posisi atau adakah batasan-batasan dalam melakukannya? Ini bukanlah pembahasan pornografi ataupun pornoaksi melainkan pendidikan hubungan intim yang Alkitabiah bagi keluarga-keluarga Kristen sehingga dalam hal hubungan intim yang merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa bagi suami isteri ini tetap dapat dilakukan dan dinikmati dengan benar.

Kita dapat memulainya dengan melihat kedalam Amsal 15:18-19 "(18) Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu: rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya.

Mari Kita lihat juga di dalam 1 Kor 7:3-5 "(3) Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. (4) Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. (5) Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.

Melihat beberapa ayat di atas yang berkaitan dengan hubungan intim suami isteri, kita dapat menyimpulkan bahwa Tuhan juga memberikan "perhatian" dalam hal hubungan intim suami isteri. sekali lagi, tentu saja konteks posisi hubungan intim yang dikaji disini bukanlah bagi pasangan yang belum menikah melainkan bagi pasangan yang benar-benar sudah menikah, sudah menerima berkat pernikahan didalam gereja Tuhan. Selain dari pernikahan yang sudah diberkati, tentu saja seluruh posisi hubungan intim adalah salah bagi mereka sebab melakukan hubungan intim itu sendiri di luar pernikahan adalah salah dan merupakan kekejian bagi Tuhan.

Pada dasarnya, sebuah pernikahan kristen yang sudah diberkati melalui hamba-Nya di dalam gereja-Nya maka hubungan intim suami isteri adalah sah, kudus dan demikian juga dengan posisi hubungan intim yang ingin dilakukan. Tetapi tentu saja tetap dalam konteks suami isteri saja sehingga threesomes atau berhubungan intim selain dengan suami isteri atau bersamaan dengan beberapa orang adalah salah besar dan kekejian di mata Tuhan.

Hubungan intim suami isteri harusnya juga dilakukan berdasarkan kasih sayang bersama dan tidak boleh oleh karena pengaruh dari luar. Misalnya karena melihat wanita/pria lain sehingga ingin melakukannya dengan suami/isterinya. Melihat film porno atau membangun rangsangan melalui pornografi atau cerita-cerita erotis adalah salah besar dan merupakan kekejian di mata Tuhan. Hubungan intim suami isteri haruslah disebabkan oleh suami isteri itu sendiri, kasih dan asmara dan berahi diantara mereka saja dan tanpa faktor dari luar yang mendorongnya.

Namun, sekalipun suami isteri dapat melakukan hubungan intim dengan berbagai posisi karena memang mereka telah mendapatkan "kuasa" untuk melakukannya, suami isteri harus tetap membicarakan dengan sebaik-baiknya perihal posisi hubungan intim yang akan dilakukan. Prinsipnya janganlah dengan paksaan tapi dengan kasih dan ketersediaan keduanya. Dengan demikian suami isteri akan tetap saling menghormati dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri. Sekali lagi, tidak boleh ada paksaan dalam melakukan posisi hubungan intim tertentu. (1 Pet 3:7) Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. (8) Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,