Pages

22 July 2018

Menjadi Pendengar dan Pelaku Firman Tuhan

Artikel Khusus - Pernahkah kita mengikuti sebuah percakapan kemudian kita sendiri tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan? bukan karena pembicaraan itu adalah topik yang berat dan membutuhkan kemampuan berpikir maupun analisa yang tinggi, tetapi alasannya sederhana; kita tidak sungguh-sungguh memperhatikan percakapan itu. Kita ada disana, tetapi hati dan pikiran kita tidak tertuju sedikitpun pada topik yang sedang dibicarakan.

Markus 4:3-4 (TB) "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

Dengan berfirman Tuhan menciptakan alam semesta, firman-Nya sungguh-sungguh berkuasa untuk menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada. Bayangkan firman yang demikian itu kita terima dalam hidup kita? Tentu akan sangat luar biasa; saat tiada jalan kita akan mendapatkan jalan, saat sakit kita akan menerima kesembuhan, saat putus harapan kita mendapatkan pengharapan yang baru, saat kita kekurangan, Dia buat kita berkelimpahan, oleh firman-Nya tidak ada yang mustahil untuk terjadi, tidak ada yang tidak dapat Dia buat, sungguh firman-Nya berkuasa dan kita tidak dapat hidup tanpa firman-Nya, tanpa pengenalan yang benar akan Dia melalui firman-Nya. Namun sayang sekali tidak semua orang mengalami kuasa firman ini.

Yang menjadi masalah bukanlah pada benih firman yang ditabur, tetapi masalahnya dimana benih itu tertabur. Benih firman yang jatuh dipinggir jalan adalah benih firman yang tidak akan dapat bertumbuh karena benih itu sendiri telah dicuri oleh si iblis

1. Tuhan Yesus menyebut tipe yang pertama adalah di pinggir jalan

Markus 4:15 (TB) Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.

Mengapa iblis dapat mencurinya? ini bukan berarti iblis itu punya kuasa untuk mencuri benih firman Tuhan, iblis dapat mencurinya karena kita yang tidak sungguh-sungguh menangkap benih firman itu. Kita hanya menyediakan hati "dipinggir jalan" artinya tidak sepenuhnya kita memberikan hati kita untuk menerima firman Tuhan. Ketika firman disampaikan, kita asik dengan gadget kita;chatting, browsing, gaming, etc. Atau kita asik dengan pikiran kita sendiri, kita tidak mendengarkan dengan baik sehingga kita tidak tahu apa yang disampaikan oleh hamba-Nya dan lebih buruk lagi kita tidak mengerti apa yang Tuhan mau dalam hidup kita melalui firman-Nya yang disampaikan tersebut.

Dengarkanlah pemberitaan firman Tuhan dengan seksama, pelajarilah kembali dan mintalah Roh Kudus untuk menolong kita dapat mengerti firman Tuhan yang disampaikan, Dengan demikian benih firman Tuhan yang ditaburkan tidak akan jatuh "di pinggir jalan."

2. Tuhan Yesus menyebut tipe yang kedua adalah tipe tanah yang berbatu-batu. Markus 4:5-6 (TB)

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

Inilah tipe pendengar firman dimana hatinya begitu mudah menjadi lemah ketika terjadi penindasan atau penganiayaan dalam hidupnya terjadi sehingga akhirnya meninggalkan Tuhan.

Orang percaya harus menyadari bahwa menjadi anak-anak Tuhan tidak berarti hidupnya akan tanpa penindasan atau penganiayaan atas firman yang diterima dalam hidupnya.

Nuh mendapatkan firman tuk membangun bahtera namun ia diolok-olok, tentu tidak mudah mempertahankan ketaatan atas firman yang ia dapat tetapi ia bertahan dan menjadi pemenang, hanya ia dan keluarganya yang pada akhirnya selamat.

Musa mendapat firman tuk memimpin bangsa Isarel keluar dari Mesir tetapi bangsanya sendiri menindas dia dengan berkali-kali meragukan bahwa ia adalah pemimpin yang dipilih Tuhan. Tuhanlah yang menjadi pembelanya dengan "menghadapi" para penindasnya.

Yusuf mendapat firman bahwa ia akan menjadi pemimpin besar, tetapi saudara-saudaranya sendiri yang menindas dia atas firman yang ia terima itu. Namun ia terus memegang firman yang ia dapatkan itu dan pada akhirnya firman itu terjadi dalam hidupnya.

Tidak terhitung jumlah para tokoh di dalam alkitab dimana mereka mengalami penindasan atau penganiayaan demi firman yang mereka terima, tetapi firman itu selalu segera tumbuh dan pasti akan tergenapi apa yang difirmankan itu.

Kita perlu menyadari dan menguatkan diri di dalam Tuhan, di dalam anugerahNya, bahwa sekalipun penindasan maupun penganiayaan datang, kita tidak akan tergoyahkan karena firman itu pasti segera bertumbuh dan tergenapi.

3. Tuhan Yesus menyebut tipe yang ketiga ini sebagai orang-orang yang hati dan pikirannya dengan sangat mudah dikuasai ketakutan dan kekuatiran.

Markus 4:7 (TB) Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Setiap benih firman Tuhan yang ditabur pastinya akan selalu bertumbuh dan berbuah namun faktor kekuatiran membuatnya tidak dapat berbuah.

Sangat disayangkan sekali bila orang percaya menjadi kuatir karena tidak sesuai dengan istilah "orang percaya." Jika kita benar-benar orang percaya maka seharusnya memang tidak menjadi kuatir karena kalau kuatir berarti kita tidak percaya kepada-Nya.

Kita tidak percaya kepada-Nya bahwa Ia sanggup memenuhi segala kebutuhan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya, kita menjadi kuatir.

Bagaimanakah kita menjadi percaya dan tidak menjadi kuatir? Bila kita sungguh-sungguh mendengarkan firman Tuhan, merenungkan dan melakukannya dalam hidup kita. Tetapi bila kita memilih untuk menjadi takut dan kuatir, maka firman yang kita dengar itu tidak bisa menolong kita untuk tetap percaya kepada-Nya.

Orang yang lebih mengikuti rasa takut dan kuatirnya dibandingkan dengan firman Tuhan yang akan menguatkan-Nya, akan lebih memilih fokus untuk memenuhi kebutuhannya dan bahkan mengejar kekayaan. Orang seperti ini akan semakin jauh dari Tuhan karena kekayaan yang akan menjadi ilahnya. Bahkan ketika mendengarkan firman, ia akan mendengarkan firman dalam konteks bagaimana diberkati dengan kekayaan dan bukan kepada pengenalan akan Tuhan yang benar dan lebih dalam.

FirmanTuhan membuat kita semakin mengenal Tuhan dan pengenalan itu membuat kita semakin percaya kepada-Nya dan kepercayaan itu mengalahkan kekuatiran sehingga kita tidak mencari kekayaan tetapi terlebih dahulu semakin mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, karena semuanya itu justru akan ditambahkan bagi kita.

4. Tipe yang keempat disebut Yesus sebagai tipe pendengar yang baik dan yang akan bertumbuh dan berbuah dengan hasil 30 kali lipat, 60 kali lipat atau 100 kali lipat.

Markus 4:8 (TB) Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."

Tipe yang keempat ini disebutkan sebagai tipe pendengar yang mendengar dan menyambut firman dengan baik. Tidak ada penjelasan lain untuk tipe yang keempat ini tetapi kita akan dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa tipe yang ini pasti tidak seperti tipe yang pertama sampai ketiga. Tipe yang baik ini pastilah akan mendengarkan firman dengan fokus yang baik kemudian merenungkan lebih dalam lagi pemberitaan firman yang disampaikan. Tipe ini tidak akan menutup alkitab dan catatan khotbah yang ditulis melainkan akan mempelajari lebih dalam sampai mendapat pengertian dan pengenalan yang benar akan Tuhan.

Tipe yang baik ini tidak akan mudah menyerah dengan pencobaan dan penganiayaan atas firman yang didapat karena pengenalan yang benar akan Tuhan ada padanya. Tipe ini akan terus maju dan berlari bersama Tuhan melintasi segala badai dan penganiayaan. Tipe ini tidak akan menjadi kuatir dengan segala kebutuhan hidupnya karena dengan firman itu ia menjadi percaya teguh bahwa Tuhan pasti sanggup dan meyakinkan dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya sehingga hidupnya bukan fokus untuk mencari harta kekayaan melainkan memuliakan Tuhan.

Tipe ini akan bertumbuh dan berbuah 30, 60 atau 100 kali lipat. Namun ini tidak boleh disikapi sebagai perkalian matematika atas apa yang kita tabur dalam hidup kita karena ini hanya berarti bahwa pertumbuhan setiap orang yang mendengar firman yang maupun respon yang sama pertumbuhan dan buahnya pasti akan berbeda-beda karena Tuhanlah yang memberi pertumbuhan, bukan kita. (1 Korintus 3:6 (TB) Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.)