Pages

02 July 2018

Sumber Pertolongan Kita

Renungan Harian - Senin, 2 Juli 2018
Sumber Pertolongan Kita

Di dalam Mazmur 121:1, pemazmur menggambarkan bagaimana manusia mencoba mengatasi masalahnya. Sebelum kita melihat bagaimana pemazmur meyakinkan kita sumber jawaban atas masalah hidup kita, yang harus kita ketahui dan menyikapinya dengan baik adalah bahwa di dalam hidup kita ini kita tidak luput dari masalah.

Ketika manusia mengalami masalah dalam kehidupannya, pemazmur menggambarkan cara manusia itu mengatasi masalahnya dengan "melayangkan matanya kegunung-gunung"

Mazmur 121:1 Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?

Apakah yang kita pahami dari "gunung-gunung" ini? Cukup yang menjelaskan bahwa gunung berbicara tentang masalah-masalah yang ada dengan melihat ayat ini Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Jika demikian, pemazmur dalam Maz 121:1 ini sedang berkata bahwa kita tidak akan mendapatkan jawaban dengan mengarahkan fokus kita kepada masalah kita. Ketika kita hanya nelihat pada masalah kita yang besar dan mustahil, tidak akan ada pertolongan bagi kita.

Tanpa menggunakan alegori yang demikian, maka kita hanya perlu melihat gunung-gunung sebagai ciptaan Allah saja. Jika demikian, pemazmur sedang berkata bahwa kita tidak akan mendapatkan jawaban permasalahan kita dengan mengandalkan "ciptaan" Tuhan. Mengandalkan dokter, materi dan properti kita, pemimpin kita, dukun-dukun dan tukang jampi, atau apapun yang adalah ciptaan Tuhan tidak akan menjadi sumber pertolongan kita yang sejati.

Hal yang kedua ini sepertinya jauh lebih tepat dengan melihat ayat ke 2 ini Mazmur 121:2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Pemazmur menegaskan bahwa pertolongan kita datangnya dari Tuhan. Dan ditegaskan sebagai Tuhan yang "menjadikan langit dan bumi"

Pemazmur perlu menegaskan bahwa kita seharusnya tidak mencari jawaban dari ciptaan Tuhan (gunung-gunung) melainkan dari Tuhan (pencipta gunung-gunung)

Datanglah dan bawalah kepada Tuhan apapun yang menjadi permasalahan kita dan bukan kepada ciptaan Tuhan.