Pages

05 August 2018

Allah Turut Bekerja Untuk Mendatangkan Kebaikan

Artikel Khusus - Kita bersyukur bahwa kita memiliki Allah yang hidup dan Allah yang hidup adalah Allah yang tidak tinggal diam. Dia adalah Allah yang turut bekerja di dalam seluruh aspek kehidupan kita.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28

Kita sebagai manusia pastinya sangat suka sekali dengan janji firman Tuhan ini khususnya pada bagian "mendatangkan kebaikan" tetapi kita tidak memperhatikan bagian firman Tuhan ini secara lengkap sehingga kita tidak menikmati "mendatangkan kebaikan" itu di dalam hidup kita.

Pertama yang harus kita pahami adalah "kita tahu sekarang" Paulus yang telah mengalami berbagai hal dalam kehidupannya, membuat sebuah kesimpulan "kita tahu sekarang" bahwa Allah itu selalu turut bekerja dalam segala hal hidupnya. Sebagai orang percaya, kita bisa belajar dari kesimpulan Paulus ini bahwa Allah turut bekerja maka kita juga harus tahu bahwa Allah sungguh-sungguh turut bekerja di dalam hidup kita.

Mengetahui kebenaran ini sangatlah penting maka pertanyaannya adalah apakah kita sekarang sudah tahu bahwa Allah turut bekerja di dalam segala aspek kehidupan kita? Jika belum, kita bisa yakin bahwa Allah turut bekerja sebagaimana Paulus simpulkan "kita tahu sekarang" bahwa Allah turut bekerja di dalam hidupnya. Dan kita bisa juga melihat kembali seluruh hidup kita dan bukankah kita akan menemukan begitu luar biasanya penyertaan Tuhan di dalam hidup kita? Bukankah Dia selalu turut bekerja dalam segala hal di hidup kita?

"dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Yohanes 8:32

Bagian ke dua dari Roma 8:28 adalah "dalam segala sesuatu" Orang percaya yang sudah tahu bahwa Allah turut bekerja, selanjutnya harus mengatahui dengan mengimani bahwa Allah turut bekerja "dalam segala sesuatu" di hidup kita. Artinya, tidak ada dalam aspek kehidupan kita dimana Allah tidak turut bekerja, dimana Allah tidak merancangkannya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Ini juga berarti tidak ada area yang terlalu kecil atau terlalu besar bagi Allah melainkan "di dalam segala sesuatu" hidup kita Dia perduli, Dia memperhatikan, Dia mengetahui, Dia merancangkan baik itu mujizat dan terobosan-terobosan "dalam segala sesuatu" di hidup kita.

Sebab itu kita tidak perlu "memilih-milih" mana yang perlu kita bawa kepada Tuhan di dalam doa-doa kita, kita justru harus membawa seluruhnya kepada-Nya, menyerahkannya kepada-Nya dan sepenuhnya berserah dan bergantung kepada atas "segala sesuatu" di hidup kita; pekerjaan, pelayanan, kehidupan keluarga, kesehatan, perjalanan, atau apapun juga--Dia turut bekerja di dalamnya.

Ketika kita telah menyerahkannya kepada Tuhan, maka kita tidak perlu lagi untuk coba "membantu Tuhan" untuk menyelesaikannya. Kita berserah dan taat kepada pimpinan Tuhan atas suatu perkara yang telah kita serahkan kepada Tuhan dan kita tidak perlu lagi menjadi takut dan kuatir atas perkara itu karena Dia pasti sanggup untuk menolong kita, untuk memberikan jalan keluar, untuk memberikan kemenangan demi kemenangan.

Bagian ke tiga dari Roma 8:28 adalah "mendatangkan kebaikan" Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Rom 8:28

Tidak ada bapa di dunia ini yang mengharapkan anaknya gagal dan hancur. Setiap bapa di dunia ini sekalipun pasti mengharapkan anaknya untuk hidup baik, bahagia, sejahtera, dan sukses gilang gemilang. Tidak ada bapa yang ingin anaknya jatuh sakit, menderita dan melarat. Setiap bapa di dunia ini sekalipun pastilah inginkan anaknya sehat dan segala keperluannya tercukupi.

Sebagai seorang bapa di dunia ini sekalipun pasti telah merancangkan segala yang baik bagi anaknya. Ketika masih mendapatkan berita kehaliman isterinya, suami pasti telah memikirkan ke rumah sakit mana akan dibawa periksa rutin dan sampai proses melahirkan. Pastilah juga memikirkan dan menyiapkan ruangannya, pakaiannya, makanannya, susunya dan segala yang diperlukannya. Bahkan lebih lanjut lagi pastilah juga telah menyiapkan tabungan untuk pendidikannya sampai ke perguruan tinggi. Seorang bapa di dunia inipun tahu untuk mendatangkan kebaikan bagi anaknya.

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Lukas 11:13)

Terlebih lagi Bapa di sorga, Dia tentu jauh lebih baik dari segala bapa yang baik di dunia ini. Tidak ada sedikitpun rencana jahat yang ada padanya bagi kita, segala rencana dan rancangan-Nya begitu indah dan luar biasa bagi kita. Ini yang pasti bagi kita, tidak ada rancangan-Nya (untuk mendatangkan kebaikan bagi kita) yang gagal, tidak ada yang dapat menggagalkannya bagi kita. Ini adalah sebuah janji yang luar biasa yang tidak dimana rencana dan rancangan manusia bisa gagal dan berubah tetapi Dia tidak akan gagal dan tidak akan berubah bagi kita.

Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Ayub 42:2

Bagian ke empat dari Roma 8:28 adalah "mereka yang mengasihi Dia" Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Rom 8:28

Allah selalu turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan dalam kehidupan kita, namun begitu jelas bahwa kebaikan yang akan ia datangkan bukanlah bagi semua orang melainkan secara khusus bagi orang-orang yang mengasihi Tuhan. Sekalipun Tuhan memang memberkati orang percaya dan tidak (berkat umum), tetapi berkat khusus tetap diberikan-Nya hanya bagi orang-orang yang mengasihi Dia.

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Matius 5:45

Siapakah orang-orang yang mengasihi Tuhan? Bagaimanakah kita mengetahui dengan pasti diri kita sendiri bahwa kita ini sungguh-sungguh mengasihi Tuhan?

Demikian firman Tuhan memberikan kita "check list" untuk memastikannya.

Yang mengasihi Tuhan mengasihi dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi Jawab Yesus kepadanya:

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Matius 22:37

Yang Mengasihi Tuhan, menyukai dan merenungkan firman Tuhan tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu sisang dan malam.

Mazmur 1:3 Yang Mengasihi Tuhan menuruti setiap firman Tuhan Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Yohanes 14:23-24

Yang mengasihi Tuhan tidak lagi hidup atas kehendaknya sendiri

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dan dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. Galatia 2:20

Yang mengasihi Tuhan melakukan segala sesuatu hanya untuk Tuhan dan bukan untuk dirinya sendiri

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kolose 3:23

Yang mengasihi Tuhan tidak mencari kemuliaannya tapi memberikan segala pujian hormat dan kuasa hanya bagi Tuhan

Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan. Wahyu 4:11

Yang mengasihi Tuhan juga saling mengasihi

Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu. Yohanes 15:12

Mengasihi Tuhan memang bukanlah "teori," tetapi tanpa "teori" yang benar kita juga tidak dapat mengasihi Tuhan dengan benar. Tuhan memberkati dan mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia dengan benar sesuai dengan firman-Nya.

Bagian ke empat dari Roma 8:28 adalah "turut bekerja" Dalam segala sesuatu di kehidupan kita Allah "turut bekerja" untuk mendatangkan kebaikan bagi kita umat-Nya yang mengasihi Dia. Kita harus memahami bagian dengan benar bahwa "turut bekerja" berarti dalam segala sesuatu di kehidupan kita tidak berarti Allah yang mengerjakannya 100% melainkan Allah turut bekerja berarti kita yang harus ambil bagian kita dan Allah akan turut bekerja atas bagian yang kita kerjakan itu. Hal ini berarti kita tidak bisa hanya berdiam diri saja dan mujizat yang kita butuhkan akan terjadi.

Yusuf dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, dijual ke pada suku Ismael dan dibeli oleh Potifar sebagai budak namun ia tetap berhasil karena Allah turut bekerja dalam kehidupannya sekalipun apa yang ia alami bukanlah hal-hal yang indah yang diimpikan manusia. Tetapi Yusuf bukan tinggal diam saja dan Allah yang mengerjakan segalanya baginya, Yusus melakukan bagiannya dan Allah turut bekerja atas bagian yang ia kerjakan. Yusuf bekerja dengan sebaik-sebaiknya di rumah potifar dan Allah memberkatinya sehingga ia diangkat menjadi atas kepala atas rumahnya.

Demikian juga ketika Yusuf dipenjara, ia tidak berdiam diri saja tetapi ia melakukan sesuatu bagiannya dan Tuhan turut bekerja atasnya. Ia bekerja dengan sebaik-baiknya dan Tuhan memberkatinya sehingga ia diangkat menjadi pemimpin atas penjara tersebut sampai akhirnya Tuhan mengadakan terobosan, sebuah kesempatan untuk menganggatnya menjadi pemimpin sesuai dengan mimpi yang telah diberikan oleh Tuhan. Untuk sampai kepada tahap dimana ia akhirnya menjadi penguasa atas Mesir, Yusuf tidak berdiam diri saja dan tidak melakukan apa-apa melainkan bekerja sebaik-baiknya, ia melakukan bagiannya.

Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 1 Tes 3:10