Pages

19 August 2018

Gereja Yang Harus Ditinggalkan

Artikel Khusus - Minggu, 19 Agustus 2018. Gereja Yang Harus Ditinggalkan
Kita tidak dipanggil untuk menjadi pengikuti setia sebuah gereja tetapi pengikut setia akan Kristus. Memang kita harus tetap ke gereja tetapi bukan berarti harus setia dalam sebuah gereja. Maka pertanyaan berikutnya adalah di dalam gereja seperti apakah seharusnya kita berada? Mengapa kita harus meninggalkan sebuah gereja?

Kita tidak harus setia pada gereja yang tidak memuliakan Kristus dan tidak mengajarkan firman Tuhan sesuai dengan kebenaranNya. Misalnya saja gereja yang mendukung pernikahan sesama jenis, aborsi, seks bebas, dan lain sebagainya yang jelas-jelas tidak sesuai dengan Alkitab, maka tanpa keraguan kita harus segera meninggalkan gereja yang seperti ini.

Tetapi jangan kita meninggalkan gereja hanya karena ada perselisihan dengan seseorang, tidak mendapatkan tanggungjawab dalam sebuah bidang pelayanan, tidak pernah ditegor pendeta ketika berpapasan, tidak ada lokasi parkir atau parkir yang mahal untuk setiap kali ibadah. Ini semua bukanlah alasan yang tepat dan benar untuk meninggalkan gereja karena semua itu justru bisa saja dipakai Tuhan untuk membentuk kita.

Lebih rinci kita akan melihat alasan-alasan yang tepat mengapa kita harus meninggalkan gereja:

1. Menolak Yesus sebagai Tuhan yang menjadi Manusia, Yohanes 8:24
(Yohanes 8:24) Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."

2. Memberitakan Injil Palsu, Galatia 1:7-9
(6) Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, (7) yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. (8) Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. (9) Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

3. Memberikan Pengajaran Palsu, 2 Petrus 2:3
(3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

4. Tidak ada disiplin hidup benar di dalam gereja, Matius 18:15-17
(15) Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. (16) Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. (17) Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

5. Pendeta, Penataua, Pemimpin Gereja hidup dalam dosa dan tanpa pertobatan, 1 Tim 5:20
(19) Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi. (20) Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itupun takut.

Versi Bahasa Inggris

1 Timothy 5:20 But those elders who are sinning you are to reprove before everyone, so that the others may take warning.
6. Menjadi munafik (ibadah rutinitas tanpa kuasa Allah), 2 Tim 3:5
(5) Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Gereja harus menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran bagi orang percaya.

Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidp sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. 1 Tim 3:15

Segala sesuatunya di dalam gereja baik itu struktur organisasinya, pengajarannya, pujian dan penyembahannya, program-programnya dan segala kegiatan yang diadakannya harusnya mampu menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran sehingga orang percaya dapat terus bertumbuh dan mengenal Tuhan dengan benar. Ketika gereja telah jauh dari hal ini dan seorang percaya terdorong untuk meninggalkan gereja tersebut, maka itu adalah hal yang baik untuk dilakukan jika orang percaya tersebut tidak mampu (tidak mempunyai peluang atau kapasitas) untuk melakukan transformasi di dalam gereja tersebut.

Alkitab tidak memberikan prosedur bagaimana seseorang seharusnya meninggalkan gereja, tetapi gereja sebagai organisasi memiliki aturan-aturan dan prosedur perihal ini maka aturan dan prosedur itulah yang dapat dilakukan. Tidaklah baik bila seseorang pergi meninggalkan gereja begitu saja.