Pages

17 August 2018

Harga Sebuah Korban

Renungan Harian - Daud ingin membeli sebidang tanah agar ia dapat membangun mezbah untuk Tuhan. Arauna berniat memberikan tanah yang dibutuhkan secara cuma-cuma tetapi Daud menolaknya. (Apa resnpon ada bila Anda yang akan menerimanya? -refleksi pribadi).

2 Samuel 24:23-24 (TB) Semuanya ini, ya raja, diberikan Arauna kepada raja." Arauna berkata pula kepada raja: "Kiranya TUHAN, Allahmu, berkenan kepadamu."

Tetapi berkatalah raja kepada Arauna: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak.

Pernyataan Daud "aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan TIDAK MEMBAYAR APA-APA" menunjukkan hati yang memberikan korban sejati. Daud mengerti ada "HARGA" yang HARUS dibayar untuk dipersembahkan kepada Tuhan dan di 2 Samuel 24:25 kita dapat melihat bahwa Tuhan berkenan atas korban yang seperti ini "Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi TUHAN dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Maka TUHAN mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel." Sebuah korban belumlah dapat dikatakan KORBAN bila kita belum benar-benar "BERKORBAN"untuk mempersembahkannya kepada Tuhan. "Korban" Daud ini memang lebih jauh berbicara tentang korban sejati yaitu YESUS KRISTUS sebuah HARGA yang mahal yang DIBAYAR Bapa di Sorga untuk menebus manusia, tetapi prinsip KORBAN ini juga bagi kita yang harus mempersembahkan yang terbaik untuk TUHAN. Bukan untuk "membayar" korban yang Tuhan berikan (karena kita tidak akan pernah dapat membayarnya) melainkan sebagai luapan (overflow) kasih dan syukur kita kepada Tuhan.

Korban kita bisa saja dalam bentuk materi seperti uang, aset dan lain sebagainya yang kita berikan untuk kerajaan Tuhan. Bisa juga dalam bentuk waktu kita; seharusnya kita dapat berlibur ke luar negeri, luar kota atau hanya dalam kota, tetapi kita memilih untuk beribadah dan melayani Tuhan atau mengunjungi dan mendoakan orang-orang yang membutuhkan. Apapun yang ada pada kita dan Tuhan menggerakkan hati untuk membayar harga sebuah korban, maka dengan rela dan penuh kasih kita mempersembahkannya untuk menyenangkan Tuhan dan memuliakan Dia.

Sebuah KORBAN pasti dipersembahkan dengan membayar HARGANYA. Selamat membayar harga sebuah korban.