Pages

20 August 2018

Mencintai Tuhan Lebih Dari Apapun

Renungan Harian - "Janganlah kamu mencintai dunia ini dan segala isinya" (1 Yoh. 2: 15).

Kwalitas hidup diukur dan ditentukan oleh objek cinta. Cinta yang benar ditentukan oleh derajat cinta pada objek yang tepat. Cinta yang tepat tertuju pada objek yang tepat, dan cinta yang salah terarah pada objek yang salah.

Apakah kita boleh mencintai uang? Boleh, tapi hati-hati, karena jika kita cinta uang lebih kuat dibandingkan dengan manusia, maka cinta kita adalah keliru. Mengapa?

Karena manusia diciptakan oleh Allah menurut gambarNya, maka manusia lebih berharga dari pada uang. Sebab itu kita harus kurang mencintai uang dibandingkan cinta manusia.

Bolehkah kita mencintai pekerjaan? Ya, boleh. Tidak mungkin kita bisa berhasil dalam pekerjaan, jika kita tidak mencintainya. Tetapi jika kita mencintai pekerjaan melampaui cinta pada keluarga, maka cinta kita adalah keliru.

Bolehkah kita mencintai diri kita sendiri? Boleh. Tetapi apakah cinta pada diri kita sendiri melebihi cinta kepada Tuhan? Apakah cinta pada diri kita sendiri terisolasi dari cinta sesama kita? Jika jawabannya adalah ya, maka cinta kita adalah keliru. Seharusnya, kita mencintai diri kita karena kita menerima cinta Tuhan atas diri kita. Cinta pada diri kita dikarenakan cinta Allah. Itu adalah cinta yang benar.

Cinta pada diri kita tidak terisolasi dari cinta pada sesama kita, karena sesama kita adalah juga manusia seperti kita. Ini adalah cinta yang benar. Kita mencintai sesama karena kita terlebih dahulu mencintai diri kita dan cinta pada diri kita dan sesama kita disebabkan cinta Allah pada kita. Ini adalah cinta yang benar.

Bolehkah kita mencintai manusia? Ya boleh. Dalam hal apakah cinta kita keliru? Kita mencintai manusia melampaui cinta pada Tuhan. Karena Ia adalah Pencipta, maka Ia adalah yang pertama dan terutama. Cinta manusia tidak boleh melampaui cinta pada Tuhan Allah. Cinta memerlukan pengertian, dan pengertian memperdalam cinta.

Allah telah menetapkan keteraturan dalam dunia. Pengertian ini memperdalam cinta. Jadi hal yang terpenting harus ditaruh pada tempat yang terpenting dan hal yang kurang penting harus ditaruh pada tempat yang kurang penting dan seterusnya. Ini adalah pengertian akan keteraturan sebagai landasan cinta. Sikap hati yang benar adalah: kurang cinta kepada objek yang kurang penting, dan lebih cinta pada objek yang penting atau terpenting.

Bijaksana menentukan cara hidup yang benar, dan cara hidup yang benar disebabkan cinta yang benar. Jadi, cinta yang benar memerlukan pengertian yang benar tentang keteraturan Tuhan.

Memiliki harta tidak berarti mencintai harta, dan mencintai harta tidak berarti memiliki harta. Cinta harta adalah sikap hati terhadap harta, meskipun belum tentu memiliki harta.

Inilah yang harus kita jauhi, yaitu, mencintai dunia:

A. Cinta yang berkelebihan terhadap objek kasih yang tidak tepat.

B. Jati diri kita diukur dan ditentukan oleh kepemilikan kita

C. Kasih kita yang tertutup bagi orang lain

D. Kita mengutamakan kepentingan diri kita di atas kepentingan orang lain.

Apakah kita mencintai dunia atau Tuhan? Jika kita mencintai dunia dan segala isinya, maka dimanakah hati kita bagi Allah?