Pages

21 August 2018

Menjadi Kuat Karena Janji Tuhan

Renungan Harian - Yusuf mendapatkan mimpi dari Tuhan. Dalam PL tentu saja ini bukan mimpi sebagai bunga tidur seperti yang kita pahami sekarang tetapi memang Tuhan berbicara melalui mimpi. Contoh lainnya adalah Salomo yang berbicara dengan Tuhan melalui mimpi.

Melalui mimpi yang dialami Yusuf, Tuhan menyampaikan apa yang akan Tuhan lakukan dalam hidupnya bahwa ia akan menjadi pemimpin besar dimana dalam mimpi itu digambarkan saudara-saudaranya bahkan orang tuanya "tunduk" kepadanya.

Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?" Kejadian 37:6-10

Menarik sekali kita melihat "kurikulum Allah" dalam hidup Yusuf ini. Tuhan menyatakan "endingnya" Yusuf akan menjadi pemimpin besar dimana hidup orang banyak bergantung kepadanya tetapi apa yang terjadi tidak sesuai dengan mimpi itu. Semua terjadi dalam hidupnya bukan mendekatkan dia pada mimpi yang Tuhan nyatakan itu melainkan bertolak belakang dan menjauhkan dia dari mimpi yang dari Tuhan itu.

Dibenci saudara-saudara, ia dimasukkan kedalam sumur kering (bagaimana mungkin menjadi pemimpin besar), di jual ke tanah mesir (semakin jauh dari mimpi), menjadi budak (sangat bertolak belakang dengan mimpi sebagai pemimpin besar), memiliki kuasa atas rumah potifar (tetapi itu bukan mimpi yang dari Tuhan), difitnah dan dipenjara (adakah harapan seorang napi menjadi pemimpin?) diangkat menjadi pemimpin di penjara (memang jadi pemimpin, tetapi mimpi yang dari Tuhan bukan pemimpin sebagai tahanan penjara), dilupakan oleh orang-orang yang telah dia tolong.

Mimpi dari Tuhan atau destiny dari Tuhan adalah Yusuf menjadi pemimpin besar yang akan menyelematkan Israel dan banyak bangsa (tipologi Yesus sebagai penyelamat) tetapi apa yang ia alami justru penuh dengan kesengsaraan. Tetapi kita melihat kesengsaraan tidak membuat dia mundur, putus asa, menyerah, menyalahkan Tuhan apalagi mengutuki Tuhan tetapi ia tetap kuat karena ia MEMEGANG JANJI TUHAN baginya, ia hadapi semua kesengsaraan itu dengan pengharapan pasti bahwa JANJI TUHAN AKAN DIGENAPI.

Dan memang setelah semua proses kesengsaraan itu, Tuhan tidak lalai menepati janjinya yang telah ia nyatakan. Yusuf menjadi penguasa Mesir yang menyelamatkan Israel dari kebinasaan akibat kelaparan dan juga menyelamatkan bangsa Mesir (lambang orang-orang berdosa).

Apakah yang Anda hadapi hari-hari ini? kesengsaraankah? Seperti kepada Yusuf Tuhan menggenapi janji-Nya, Ia juga pasti menggenapi janji-Nya bagi Anda. Dan camkanlah baik firman Tuhan ini

"Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku." Mazmur 119:50.

Jadilah kuat dengan berpegang teguh pada janji-janji Tuhan.