Pages

17 October 2018

Iman Situasional

Iman Situasional?

Ketika semuanya indah, kita berkata kepada Tuhan "Tuhan aku mau hidup 1000 tahun" tetapi ketika mengalami pergumulan berat kita berseru kepada Tuhan "Tuhan ambil nyawaku"

Apakah kita mengalami masa-masa seperti ini??? Demikian juga Elia. Setelah aksi heroik bertarung iman dengan nabi-nabi baal, Elia justru ingin mati ketika mendengar ancaman Izebel.

1 Raja-raja 19:4 (TB)  Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."

Mengapa iman kita menjadi situasional? Seharusnya iman kita tidak tergoncangkan oleh situasi apapun juga. Ketika semuanya indah, kita percaya kepadaNya dan demikian juga ketika pergumulan berat datang.

Karena Tuhan berjanji bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita atau menolak kita. Maka kuatlah hati kita tetap percaya dan tetap semangat menjalani hidup ini, apapun situasi yang kita hadapi.

Kiranya Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

#sabdanya
#firmantuhan
#renungan
#renungansabdanya
#renunganharian
#inspirasi
#inspirasifirman
#katainspirasi